Kamis, 10 September 2009

Askep Manula nutrisi

KONSEP DASAR
LANJUT USIA


 Usia 55 tahun di Indonesia merupakan indikasi seseorang memasuki lanjut usia. Proses penuaan dipicu oleh laju peningkatan radikal bebas dan sistem penawar racun yang semakin berubah seiring berjalannya usia.
 Faktor-faktor proses penuaan ; faktor genetik, faktor endogenik dan faktor eksogenik (faktor lingkungan dan gaya hidup) yang akan mempengaruhi kesepatan proses penuaan.

• Faktor genetik ;
- Penuaan diri.
- Resiko penyakit.
- Intelegensia.
- Pharmakogenetik.
- Warna kulit.
- Tipe atau kepribadian seseorang.

• Faktor endogenik ;
- Perubahan struktural dan penurunan fungsional.
- Kemampuan/skill.
- Daya adaftasi.
- Kapasitas kulit untuk mensintesis vitamin D.


• Faktor lingkungan ;
- Diet/asupan zat gizi.
- Merokok.
- Tingkat polusi.
- Pendidikan.
- Obat.
- Penyinaran sinar ultraviolet.

Mengendalikan proses penuaan
Penuaan diri dapat dikendalikan dengan cara berikut :
• Meningkatkan kualitas hidup lansia, mencegah apa yang dapat dicegah, mengontrol, menunda dan memperbaiki apa yang tidak dapat dicegah.
• Memperbaiki gaya hidup dengan mengkombinasikan diet, aktifitas fisik, terapi medis dan farmakologis.

Kecanggihan tekhnologi kedokteran dalam mengendalikan proses penuaan seperti bedah kosmetik, terapi hormon dan rekayasa genetika mempunyai nilai positif dan negatif yang harus dipertimbangkan. Rahasia tetap muda dengan kesehatan fisik dan mental yang prima hanya didapat dengan menerapkan gaya hidup sehat sedini mungkin.

Perubahan-perubahan pada lansia ;
a. Perubahan fisik
• Komposisi tubuh
- Peningkatan jumlah lemak.
- Penurunan kekuatan otot.
- Penurunan/pengurangan air tubuh.
- Penurunan massa tulang.
• Sistem pencernaan 
- Gigi.
- Penurunan sensitifitas indera penciuman dan perasa.
- Penurunan produksi asam lambung dan enzim pencernaan.
- Penurunan absorbsi.
- Penurunan motilitas usus.
- Obat-obatan.
- Perubahan fungsi hati.
• Penurunan sistem kekebalan tubuh
• Sistem jantung
Efesiensi kerja jantung dalam memompa darah menjadi berkurang.
• Sistem pernafasan 
Penurunan fungsi paru.
• Otak dan sistem saraf
Penurunan kemampuan otak dan penurunan daya ingat.
• Sistem metabolisme dan hormon
Penurunan fungsi hormon didalam tubuh.
• Sistem ekskresi
Penurunan fungsi ginjal.
• Masa tulang
Berkurangnya massa tulang.


b. Perubahan mental 
Beberapa faktor yang mempengaruhi perubahan mental ;
• Tipe kepribadian.
• Faktor sosial.
• Faktor budaya.
Perubahan mental pada lansia dapat dikurangi dengan sikap positif masyarakat pada lansia, dengan cara ;
• Tidak menilai lansia sebagai orang lusuh, lemah, siap dibuang dan beban bagi orang lain.
• Para lansia harus merasa sebagai orang baru dan menjadikan masa lansia sebagai massa yang menggairahkan.
• Penurunan kemampuan dan penyakit jangan dijadikan beban, tetapi harus terus dimotifasi untuk meningkatkan disiplin dalam mencapai kesehatan yang prima.
• Bangkitkan optimisme dalam menciptakan kesehatan dan kebugaran pada lansia.

Datangnya berbagai penyakit pada lansia ;
Faktor gizi turut berpengaruh terhadap munculnya berbagai penyakit pada lansia. Penyakit-penyakit yang umum menjangkiti lansia ;
• Rematik.
• Hypertensi.
• Jantung koroner.
• Diabetes Melitus.
• Osteoporosis.
• Kanker.
• Kepikunan.
• Malnutrisi.
• Katarak.
• Anemia.
• Anoreksia.
• Konstipasi.
• Dehidrasi.

Kiat bugar di usia lanjut 
• Perhatikan dan tangani masalah diet, asupan zat gizi dan penggunaan obat pada lansia.
• Perbaiki faktor mental pada lansia.
• Tingkatkan aktifitas fisik lansia.

Diet, gizi dan obat
a. Masalah-masalah seputar diet lansia.
• Masalah sensitifitas indera penciuman dan perasa.
Adaftasi yang dapat dilakukan pada perubahan sensitifitas ;
- Hilangkan image pilihan terhadap suatu makanan merupakan faktor genetik dan tidak bisa diubah.
- Pilihlan makanan secara bertahap sesuai dengan kondisi lansia yang dapat menunjang kebugaran.
- Kurangi konsumsi makanan yang dapat menurunkan kepekaan indera.
- Kurangi konsumsi makanan yang dapat menstimulus penurunan kepekaan indera perasa.
- Sabar dalam melakukan perubahan dalam pilihan makanan.
- Singkirkan gaya hidup keliru dan mengikuti trend.
- Memotifasi usaha perubahan.

• Masalah pengunyahan.
Tip untuk mengatasi masalah pengunyahan pada lansia ;
- Makanan yang disajikan harus lembut, agak berair.
- Makanan dipotong menjadi bagian yang kecil.
- Sertakan minuman atau cairan didalam makanan.
- Konsultasi dengan ahli diet atau dokter, jika mengalami kesulitan pengunyahan yang cukup serius.

• Masalah pola makan dan keadaan gizi lansia.
Hal ini terjadi akibat perubahan pola makan yang diakibatkan oleh perubahan-perubahan yang dialaminya, baik secara fisik dan mental. Perubahan dapat berasal dari lingkungan maupun dari kondisi kesehatannya.

b. Gizi lansia.
Kondisi gizi yang baik pada lansia ditentukan oleh hal berikut ;
• Kesehatan sel-sel tubuh.
• Penerapan pedoman diet lansia untuk memenuhi kecukupan gizi.
• Pengawasan penggunaan obat pada lansia sehingga tidak menimbulkan dampak negatif terhadap penyerapan zat gizi yang akan membahayakan kesehatan tubuh.

Pedoman diet lansia agar hidup sehat dan bugar ;
• Menerapkan pola makan beragam dan bergizi seimbang.
• Membatasi asupan energi dan lemak.
• Perhatikan konsumsi komponen gizi yang penting untuk menunjang kebugaran.
• Membiasakan mengkonsumsi serat dan cairan yang cukup setiap hari.

c. Penggunaan obat pada lansia.
Pedoman penggunaan obat ;
• Obat harus digunakan secara rasional ; tepat indikasi, tepat pasien, tepat obat, tepat dosis serta waspada terhadap efek samping obat.
• Perhatikan pengaruh konsumsi makanan terhadap aktifitas khasiat obat.
• Konsultasikan selalu dengan dokter, waktu penggunaan obat, jenis obat yang tepat serta dosis yang tepat.

Penggunaan obat yang aman dan menyehatkan ;
• Selalu berkonsultasi dengan dokter sebelum menggunakan obat.
• Sebelum melakukan pengobatan lakukan review dengan dokter mengenai obat yang telah diberikan.
• Perhatikan selalu informasi yang tercantum didalam label kemasan obat.
• Disiplin dalam menggunakan obat.
• Hindari frekwensi penggunaan obat yang berlebihan.

Latihan fisik pada lansia
Hal yang perlu diperhatikan ;
• Perhitungkan kemampuan fisik.
• Lakukan latihan pemanasan cukup lama sebelum latihan inti.
• Perhatikan kemampuan awal sebelum membuat program latihan.
• Tingkatkan proporsi latihan secara bertahap, teratur dan sistematis.
• Jangan menjatuhkan kepala ke belakang.
• Jangan melakukan hiperekstensi pada punggung dalam posisi berdiri.
• Jangan lakukan gerakan yang cepat pada kepala.
• Hindari beban yang berlebihan.

Latihan fisik untuk lansia ;
• Aktifitas aerobik, misal ; Jalan kaki, jogging, melompat, bersepeda, senam dan berenang.
• Lakukan gerakan kepala ke samping dan ke depan.
• Ulangi gerakan sebanyak 8 – 16 kali.
• Kelenturan dapat dilatih dengan memperbanyak aktifitas fisik dalam kehidupan sehari-hari.
• Latihan menggunakan beban yang bertujuan untuk memperkuat otot dan tulang.
Perlu diperhatikan ;
- Naikan beban perlahan.
- Hindari cidera.
- Lakukan 3 kali/minggu atau 2 kali/minggu.
• Bagi penderita hypertensi, jantung atau masalah peredaran darah sebaiknya tubuh menggunakan beban waktu jalan.
• Mereka yang memiliki masalah pada leher, punggung dan lengan jangan menggunakan beban.
• Lakukan pengulangan (rutin) sehingga lama beban itu terasa semakin ringan.



























ASUHAN KEPERAWATAN LANJUT USIA
DENGAN KEBUTUHAN NUTRISI


Pengkajian

Bio Dta
Fisik/ biologis
a. Wawancara riwayat kesehatan:
• Pandangan lansia tentang kesehatannya
• Kegiatan yang mampu dilakukan lansia
• Kekuatan fisik lansia (otot, sendi, pendengaran, penglihatan,)
• Kebiasaan lansia merawat diri sendiri
• Kebiasaan makan, minum, istirahat/tidur, BAB/BAK.
• Kebiasaan gerak badan/olah raga.
• Perubahan-perubahan fungsi tubuh yang sangat bermakna dirasakan.
• Kebiasaan lansia dalam memelihara kesehatan dan kebiasaan minum obat
• Masalah-masalah seksual yang dirasakan.

b. Pemeriksaan fisik
• Sistem integumen / kulit
• Muskuluskletal
• Respirasi
• Kardiovaskuler
• Perkemihan
• Persyarafan
• Fungsi sensorik (penglihatan, pendengaran, pengecapan dan penciuman)
 
Psikologis
• Dilakukan saat berkomunikasi  untuk melihhat fungsi kognitif termasuk daya ingat, proses fikir
• Perlu dikaji alam perasaan, orentasi terhadap realitas, kemampuan dalam menyelesaikan masalah
• Perubahan yang umum terjadi:
o Penurunan daya ingat
o Proses pikir lambat
o Adanya perasaan sedih
o Merasa kurang perhatian
• Hal –hal yang perlu dikaji, meliputi:
o Apakah mengenal masalah-masalah utamanya
o Apakah optimas memandang sesuatu dalam keidupan
o Bagaimana sikapnya terhadap proses penuaan
o Apakah merasa dirinya dibutuhkan atau tidak 
o Bagaimana mengatasi masalah atau stress yang dialami
o Apakah mudah untuk menyesuaikan diri
o Apakah usila untuk menyelesaikan diri
o Apakah usila mengali kegagalan
o Apa harapan sekarang dan dimasa yang akan datang, dll.

Sosial ekonomi
• Bagaimana lansia membina keakraban dengan teman sebaya maupun dengan lingkungannya dan bagaimana keterlibatkan lansia dalam organisasi sosial
• Penghasilan yang diperoleh
• Perasaan sejahtera dalam kaitannya dengan soisla ekonomi
• Hal-hal yang perlu dikaji:
o Kesibukan lansia dalam mengisi waktu luang
o Sumber keuangan
o Dengan siapa yang ia tinggal
o Kegiatan organisasi sosial yang diikuti
o Pandangan lansia terhadap lingkungannya
o Berapa sering lansia berhubungan dengan orang lain diluar rumah
o Siapa saja yang biasa mengunjunginya
o Seberapa besar ketergantungannya
o Apakah dapat menyalurkan hobi atui keinginannya dengan fasilitas yang ada.
Spritual
• Kenyakitnan agama yang dimiliki dan sejauh mana kenyakinan tersebut dapat diterapkan dalam
• Hal-hal yang perlu dikaji:
o Kegiatan ibadah setiap hari
o Kegiatan keagamaan
o Cara menyelesaikan masalah (Doa)
o Terlihat sabar dan tawakal

Masalah Keperawatan

Fisik/ biologis:
1. Gangguan nutrisi (kurang dari kebutuhan tubuh s.d intake yang tidak adekuat dan
  Perubahan pola eliminasi serta pola makan yang tidak efektif

Psiologis – sosial
1. Cemas s.d sumber keuangan yang tidak terbatas.


Pemenuhan kebutuhan nutrisi:
• Peran pemenuhan gizi untuk mempertahankan kesehatan dan kebugaran serat memperlambat timbulnya penyakit degeneratif  menjamin hari tua tetap sehat dan aktif
• Masalah yang sering dihadapi: penurunan alat penciuman dan pengecapan, pengunyahan kurang sempurna, rasa kurang nyaman saat makan karena gigi kurang lengkap, rasa penuhdiperut dan sukar BAB karena melemahnya otot lambung dan usus  sehingga nafsu makan berkurang 
• Tugas perkembangan  menimbulkan kecemasan dan putus asa  menolak makan/makan berlebihan
• Masalah gizi yang sering timbul: gizi berlebihan, gizi kurang, kekurangan vitamin, kelebihan vitamin
• Intervensi:
o Makanan porsi kecil tapi sering 
o Banyak minum dan kurangi makan
o Makanan mengandung serat
o Batasi makanan yang mengandung kalori (gula, makanan manis, minyak, makanan berlemak ), kebutuhan kalori laki-laki 2100 kalori dan wanita 1700 kalori :
- KH 60 % dari jumlah kalori
- Lemak 15-20 %
- Protein 20-25 %
- Vitamin dan mineral + kebutuhan usia muda 
- Air 6-8 gelas /hari 
o Membatasi minum kopi dan teh

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar