Kamis, 10 September 2009

INTOXICASI

KONSEP DASAR INTOXICASI



A. Pengertian.

Intoksikasi atau keracunan adalah masuknya zat atau senyawa kimia dalam tubuh manusia 
oleh unsur disengaja ataupun tidak disengaja,yang menimbulkan efek ganguan pada organ-
organ tubuh baik yang bersipat sementara maupun permanen.

B. Etiologi dan Patofisiologi

Keracunan dapat disebabkan oleh bermacam-macam sebab :
1. Bahan-bahan kimia beracun ( bersifat racun )
2. Racun yang terdapat pada tumbuh-tumbuhan atau buah-buahan seperti Ketela yang mengandung asam sianida( Hcn ), jengkol, Pohon tuba ( Durris ) sebangsa jamur dan lain-lainnya.
3. Racun binatang berbisa, seperti ular, kala jengkeng, dll.
4. Racun yang terdapat pada bahan makanan
 
C. Menefestasi kelinik

  Tanda dan gejala umum
   
Yang palig menonjol adalah hiperaktivitas kelenjar-kelenjar ludah/air mata/keringat/urine/saluran pencernaan makanan (disngkat dengan SLUD = Salivasi, Lakrimasi, Urinasi dan diare), kelainan visus dan kesukaran bernapas.
a. Keracunan ringan
- Anoriksia - Nyeri kepala - Rasa lemah
- Rasa takut - Tremor lidah - Tremor kelopak mata
- Pupil miosis
b. Keracunan sedang
- Nausea - Muntah-muntah - Kejang/keram perut.
- Hipersalivasi - Hiperhidrosis - Fasikulasi otot
- Bradikardi
c. Keracunan berat
- Diare - Pupil “pin-Point” - Reaksi cahaya (-)
- Sesak napas - Sianosos - Edema paru
- Inkonteinensia urine - Inkotinensia feses - Konvulsi
- Koma - Blokade jantung - Akhirnya meninggal

1. Pemeriksaan laboratorium
a. Pemeriksaan rutin tidak banyak menolong
b. Pemeriksaan khusus : pengukuran kadar kHE dalam sel darahmerah dan plasma, penting untuk memastikan diagnosis keracunan akut maupun kronik (menurun sekian % dari harga normal)




Keracunan akut : ringan 40 – 70 % N
  Sedang 20 % N
  Berat < 20 % N
Keracunan kronik : bila kadar KhE menurun sampai 25 – 50 %, setiap individu yang berhubungan dengan insektisida ini harus segera disingkirkan dan baru diizinkan bekerja kembali bila kadar KhE telah meningkat > 75 % N.

2 . Pemeriksaan PA
Pada keracunan akut, hasil pemeriksaan patologi biasanya tidak khas, sering hanya ditemukan adanya edema paru, dilatasi kapiler dan hiperemi paru, otak dan organ-organ lain.

D. Penatalaksanaan.

1. Resusitasi.

Setelah jalan nafas dibebaskan dan dibersihkan,periksa pernafasan dan nadi.Infus dextrose 5 % kec. 15- 20 tts/menit .,nafas buatan,oksigen,hisap lendir dalam saluran pernafasan,hindari obat-obatan depresan saluran nafas,kalu perlu respirator pada kegagalan nafas berat.Hindari pernafasan buatan dari mulut kemulut, sebab racun organo fhosfat akan meracuni lewat mlut penolong.Pernafasan buatan hanya dilakukan dengan meniup face mask atau menggunakan alat bag – valve – mask
.
2. Eliminasi.

Emesis, merangsang penderita supaya muntah pada penderita yang sadar atau dengan pemeberian sirup ipecac 15 - 30 ml. Dapat diulang setelah 20 menit bila tidak berhasil.
Katarsis,( intestinal lavage ), dengan pemberian laksan bila diduga racun telah sampai diusus halus dan besar.
Kumbah lambung atau gastric lavage, pada penderita yang kesadarannya menurun,atau pada penderita yang tidak kooperatif.Hasil paling efektif bila kumbah lambung dikerjakan dalam 4 jam setelah keracunan.
Keramas rambut dan memandikan seluruh tubuh dengan sabun.
Emesis,katarsis dan kumbah lambung sebaiknya hanya dilakukan bila keracunan terjadi kurang dari 4 – 6 jam . pada koma derajat sedang hingga berat tindakan kumbah lambung sebaiknya dukerjakan dengan bantuan pemasangan pipa endotrakeal berbalon,untuk mencegah aspirasi pnemonia.

3. Antidotum
Atropin sulfat (SA) bekerja dengan menghambat efek akumulasi Akh pada pada tempat-tempat penumpukannya.
1. Mula-mula berikan bolus intra vena 1 – 2,5 mg, pada anak 0,05 mg/kg.
2. Dilanjutkan dengan 05 –1 mg setiap 5 – 10 menit sampai timbul gejala-gejala atropinisasi (muka merah, mulut kering, takhikardi, midriasis, febris, psikosis. Pada anak 0,02 – 0,05 mg/kg iv tiap 10 – 30 menit.
3. Selanjutnya setiap 2 – 4 – 6 dan 12 jam.
4. Pemberian SA dihentkan minimal 2 x 24 jam.
5. Penghentian SA yang mendadak dapat menimbulkan “rebound efect” berupa edema paru/kegagalan pernapasan akut, sering fatal.
Timbulnya gejala-gejala atropinisasi yang lengkap, dapat dipakai sebagai petunjuk adanya keracunan atropin.




Reaktivator KhE bekerja dengan memotong ikatan IFO-KhE sehinggatimbul reaktivitas ensim KhE. Yang terkenal 2 PAM (pyrydin – 2 – aldoxime methiodide /methcloride = Pralidoxime = Protopam). Hanya bermanfaat pada keracunan IFO, kontra indikasi pada keracunan carbamate.
Dosis 1 gr iv perlahan-lahan (10 – 20 menit), diulang setelah 6 – 8 jam, hanya diberikan bila pemberian atropin telah adekuat. Pada anak-anak 25 – 50 mg/kg BB iv, maksimal 1 gr/hari, dapat diulang setelah 6 – 8 jam.

  4 . Pencegahan Absorbsi

  pekak dianjurkan pada pasien dalam keadaan sadar dengan ingesti terhadap :
a. Distilat petroleum dalam jumlah yang besar
b. Distilat petroleum dengan adiktif toksik serius (logam berat, insektisida)
c. Hidrokarbon aromatik halogen.
Lakukan lavage pada pasien yang memerlukan dekontaminasi tetapi terlalu sakit untuk diberikan ipekak
1. Arang obat
2. Katartik Saline

  E. Prognosis

  Pada umumnya baik, bila pengobatan belum terlambat, beberapa kesalahan pengobatan  
  sering terjadi, berupa :

1. Resusitasi kurang baik dikerjakan.
2. Eliminasi racun kurang baik.
3. Dosis atropin kurang adekuat, atau terlalu cepat dihentikan.


ASUHAN KEPERAWATAN.KLEIN
DENGAN IMTOXICASI

  A. Pengkajian.
Pengkajian difokusakan padfa masalah yang mendesak seperti jalan nafas dan sirkulasi yang mengancam jiwa,adanya gangguan asam basa,keadaan status jantung,status kesadran.
Riwayat kesadaran : riwayat keracunan,bahan racun yang digunakan,berapa lama diketahui setelah keracunan,ada masalah lain sebagi pencetus keracunan dan sindroma toksis yang ditimbulkan dan kapan terjadinya.

A. Masalah keperawatan. Yang mungkin timbul adalah :
• Tidak efektifnya pola nafas
• Resiko tinggi kekurangan cairan tubuh.
• Gangguan kesadaran
• Tidak efektifnya koping individu. 







  B. Intervensi.
• Pertolongan pertama yang dilakukan meliputi : tindakan umum yang bertujuan untuk keselamatan hidup,mencegah penyerapan dan penawar racun ( antidotum ) yan meliputi resusitasi, : Air way, breathing, circulasi eliminasi untuk menghambat absorsi melalui pencernaaan dengan cara kumbah lambung,emesis, ata katarsis dan kerammas rambut.
• Berikan anti dotum sesuai advis dokter minimal 2 x 24 jam yaitu pemberian SA.
• Perawatan suportif; meliputi mempertahankan agar pasien tidak samapi demamatau mengigil,monitor perubahan-perubahan fisik seperti perubahan nadi yang cepat,distress pernafasan, sianosis, diaphoresis, dan tanda-tanda lain kolaps pembuluh darah dan kemungkinan fatal atau kematian.Monitir vital sign setiap 15 menit untuk bebrapa jam dan laporkan perubahan segera kepada dokter.Catat tanda-tanda seperti muntah,mual,dan nyeri abdomen serta monotor semua muntah akan adanya darah. Observasi fese dan urine serta pertahankan cairan intravenous sesuai pesanan dokter.
• Jika pernafasan depresi ,berikan oksigen dan lakukan suction. Ventilator mungkin bisa diperlukan.
• Jika keracunan sebagai uasaha untuk mebunuh diri maka lakukan safety precautions . Konsultasi psikiatri atau perawat psikiatri klinis. Pertimbangkan juga masalah kelainan kepribadian,reaksi depresi,psikosis .neurosis, mental retardasi dan lain-lain. 






DAFTAR PUSTAKA

Arief, dkk (2000), Kapita Selekta Kedokteran ed. 3, jilid 2, Medika Aesculapius, Jakarta.
Hudak & Gallo (1996), Keperawatan Kritis, Pendekatan Holistik, EGC, Jakarta.
Marylin. D (2000), Rencana Asuhan Keperawatan, EGC Jakarta.
SMF Lab Penyakit Dalam RSUD Dr. Soetomo Surabaya (1997), Prosedur Tetap SMF Penyakit Dalam, RSUD Dr. Soetomo Surabaya .















ASUHAN KEPERAWATAN KLEIN
DENGAN INTOKSIKASI


1. Identitas Pasien

Nama : Tn.S
Umur : 30 tahun
Alamat : Jln.Telaga Air Mata , Gg.Keluarga Barabai.
Agama : Islam
Dx. Medis : Intoksikasi & Psikosis
No Reg : 10 16 0138
MRS : 11 Maret 2005.
Tanggal Pengkajian : 12 Maret 2005.

 2. Riwayat Kesehatan
Alasan MRS : Klein muntah-muntah dan tidak sadarkan diri
Riwayat penyakit sekarang :
  Klein masuk RSUD.H.Daman Huri Barabai diantar oleh tetangga yang mengetahui klein muntah-muntah dan kemudian tidak sadarkan diri, dituturkan oleh tetangga yang mengantar tersebut bahwa klein sehabis memakan tembakau arab.
Riwayat penyakit dahulu : 
  klein tidak pernah menderita penyakit yang serius yang sampai op name dirumah sakit dan juga tidak ada riwayat penyakit hypertensi, alaergi. Namun sejak kecil klein mengalami gangguan jiwa tapi tidak pernah sampai mengamuk.
Riwayat penyakit keluarga : 
  Hampir seluruh anggota keluarga klein mempunyai gangguan kejiwaan , kemunginan faktor keturunan.

 3. PEMERIKSAAN FISIK.
Keadaan umum :
  Klien tidak bisa diajak berkumunikasi karena belum pulih kesadarannya,  
  penampilan Klein kusam.
  Tanda-tanda vital :
  - TD : 100/90 RR ; 24 x/menit
  - Nadi : 60 x/menit Temp: 36,5 C






A. Kulit.
Agak kotor dan kusam Turgor cepat kembali bila dicubit, terasa hangat, tidak ada lesi,benjolan dan kemerahan.

B. Kepala.
Bentuk simetris, tidak ada tanda bekas trauma, rambut hitam ikal, ketombe tidak terlihat, distribusi rambut merata.

C. Penglihatan.
Gerakan bola mata dan kelopak mata simetris, konjungtiva tampak anemis, sklera putih, pupil bereaksi terhadap cahaya, produksi air mata (+), tidak menggunakan alat bantu penglihatan.
   
D. Penciuman & Hidung.
Penciuman dapat membedakan bau-bauan, mukosa hidung merah muda, sekret tidak ada, tidak ada terlihat pembesaran mukosa atau polip.

  F. Pendengaran & Telinga.
  Bentuk D/S simetris, mukosa lubang hidung merah muda, tidak ada cairan dan  
  serumen, tidak menggunakan alat bantu, kurang dapat merespon setiap pertanyaan 
  yang diajukan dengan tepat.

  G. Mulut.
  Bibir tampak kering, lidah tampak kotor ( keputihan ), gigi lengkap, tidak ada  
  pembengkakan gusi, tidak teerlihat pembesaran tonsil, mukosa pucat.

  H. Leher.
  Tidak ada pembatasan gerak, tidak ada pembesaran kelenjar tyroid, tiak ada 
  peningkatan tekanan JVP.

I. Dada / Pernafasan / Sirkulasi.
  Dada D/S simetris, gerakan singkron, tidak ada sesak, tidak ada bunyi nafas  
  tambahan, BJ 1 dan BJ 2 terdengar dengan jelas, denyut nadi teraba kuat.

J. Abdomen.
Bentuk simetris, tidak teraba pembesaran hati dan limfe, nyeri tekan epigastrik, peristaltik terdengar tidak ada peningkatan.







K. Sistem reproduksi.
Tidak ada keluhan pada organ genital, dan tidak pernah ada keluhan nyeri yang berlebihan 

L. Ekstremitas atas & bawah.
Tangan bentuk simetris, tidak ada peradangan sendi dan oedem, dapat bergerak dengan bebas, akral hangat, tangan kanan terpasang infus.
Kaki bentuk simetris, tidak ada pembatasan gerak dan oedem, akral dingin

  4. KEBUTUHAN FISIK, PSIKOLOGIS, SOSIAL & SPIRITUAL.

A. Aktivitas & Istirahat.
Aktivitas sehari-hari sebagai buruh , jam kerja tidak menentu , klein jarang tidur siang. Dan Tidur malam biasanya sekitar jam 23.00 sampai jam 05.30, Wit.

B. Personal hygiene.
Mandi biasanya 1 x sehari, sikat gigi 0-1 x sehari, keramas bila kepala terasa gatal, ganti baju 1-2 x sehari.

C. Nutrisi.
Klein makan tidak teratur dengan menu bervariasi, Tidak ada pantangan makan, apa yang ada dimakan . Minum tidak menentu. Saat sakit makan hanya ¼ porsi, kadang bisa sampai muntah.

D. Eliminasi.
BAB biasanya 1-2 hari sekali, selama di RS belum ada BAB. BAK tidak menentu, rata-rata4-6 X sehari, tidak pernah ada keluhan batu atau nyeri.
E. Sexualitas.
Pasien belum menikah

F. Psikososial.
Menunjukan sikaf baik terhadap perawat dan mudah berkomunikasi dengan orang lain. 

G. Spiritual.
Mempunyai keyakinan kuat untuk sembuh, Sangat percaya dengan hal yang berbau tahayul. Dan







  H. Pemeriksaan penunjang

  1. Laboratorium.
Hasil :……-………………..

  2. Rontgen

Hasil :……-………………..

  3. EKG.
Hasil :……-……………….

I. Pemeriksaan lain ( EEG, USG, CT Scan, dll ).
  -
  J. Pengobatan : 

  RL ----------- - 26 tts/mt
  ( O2 ) ---------- 4 - 6 Ltr/Mt
  Radix Inj. 1 amp / 12 jam
  Diazepam 5 Mg 3 x 1 / k/p


  5. DATA FOKOS  

  Terpasang NGT, dan O2 
  Klen tampak lemah, hanya berada di tempat tidur,
  Ektrimitas terpasang Infus

  6. PRIORITAS MASALAH
   
a. Gangguan pemenuhan Nutrisi
b. Personal hygene
c. Gangguan kejiwan



  








 ANALISA DATA



NO HARI & TANGGAL 
Data subyektif & Obyektif 
Masalah 
Etiologi

1













2.







3.









 
Sabtu
12-03-2005

















Sabtu
12-03-2005









Sabtu
12-03-2005

 
DO :
 TTV.= TD.100/70 Mm Hg
  N. 60 x/ Menit
  R. 24 x / Menit
  T. 36,5 “ C.
  BB. 40 Kg.
  TB.158 Cm
Hanya Menghabiskan 100cc bubur + air
DS : - Rasa Mual
  - Mau Muntah
  - Kepala Pusing.


DO :- Kulit kotor & kusam
  - Kuku panjang &kotor
  - Rambut Kusut &
  Kusam
DS : -



DO :- Klien sulit diajak
  berkomunikasi, 
  depresi dan menarik
  diri
 
Ketidak seimbangan nutrisi, kurang dari kebutuhan










Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari sehubungan dengan kelemahan


Sulit untuk berkumonikasi sehubungan dengan adanya kelemahan dan tingkat kesadaran yang belum pulih 
 Inteke makanan yang tidak adekwat
 ( terpasang NGT )











Personal hygene yang kurang






Ganguan kejiwan.
 
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO HARI & TANGGAL DIAGNOSA KEPERAWATAN
 PERENCANAAN IMPLEMENTASI EVALUASI
  TUJUAN TINDAKAN RASIONALISASI  


1.









2.










3. 
Sabtu
12-03-2005





Sabtu
12-03-2005





Sabtu
12-03-2005

 

1./ Gangguan kebutuhan nutrisi, berhubub-ngan dengan mual dan muntah serta pemasangan NGT




2./ Gangguan pemenuhan kebutuhan sehari-hari sehubungan dengan kelemahan





Gangguan mekanesme pertahanan diri, yang tidak efektif sehubungan dengan konsep diri ( Harga Diri Rendah ) 

Kebutuhan Nutrisi terpenuhi dala 3 Hari perawatan






Kebutuhan personal hygene terpenuhi







Mekanesme pertahanan diri efektif : Klein dapat diajak berkumonikasi dan koperatif dalam pengobatan


 

- Kaji penyebab
  Anorexia
- Kolaborasi dengan timmedis untuk pemberian Vitamin





  Kaji tingkat ketidak mapuan klein, bantu aktifitas yang tidak dapat dilakukan sendiri ( adi,makan,minum dan kebersihan diri )


   
  Komonikasi trapeutek, observasi kumonikasi non verbal,gerakan tubuh,kuntak mata,dan gerakan lainnya. 

-Adanya sisa racun dan
  alat NGT

- Untuk mempercepat propses penyembuhan dan menambah napsu makan



Agar klein merasa nyaman








Agar klein merasa mempunyai konsep diri yang fositif/ menghargai dirinya sendiri 

Mengkaji penyebab anorixia








 

Klein masih dibantu alat NGT
 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar