Kamis, 10 September 2009

Pneumonia

TINJAUAN TEORITIS



I. PENGERTIAN 
Pneumonia adalah Infeksi saluran pernapasan akut bagian bawah yang mengenai 
parenkym paru.
Bronchopneumonia adalah pneumonia yang terjadi pada lobularis paru disebut juga 
pneumonia lobularis.

II. Etiologi
  Umumnya adalah bakteri yaitu streptococcus pneumoniae dan hemophillus influensae, pada 
  bayi dan anak kecil ditemukan stapilococcus aureus sebagai penyebab pneumonia yang berat,
  serius dan sangat progresif dengan mortalitas tinggi.

III. Tanda dan Gejala
• Manifestasi klinik nonspesifik infeksi dan toksisitas berupa demam, sakit kepala, iritabel, gelisah, malaise, dan nafsu makan kurang.
• Gejala umum saluran pernapasan bawah berupa batuk, takipnea, ekspetorasi sputum, napas cuping hidung, sesak napas, air hunger, merintih dan sianosis.
• Penarikan dinding dada bagian bawah kedalam saat bernapas bersam dengan peningkatan frekuensi napas, perkusi pekak premitus melemah, dan ronchi.
• Tanda infeksi ekstra polmunal.
• Tanda efusi fleura berupa gerak ekskursi dada tertinggal di daerah efusi.

IV. Patofisiologi
 Adanya gangguan pada terminal jalan napas dan alveoli oleh mikroorganisme patogen dan virus seperti stapilococcus aureus, H. influenza dan sterptococcus pneumonia bakteri.
Terdapat infiltrat yang biasanya mengenai multipel lobus, terjadinya destruksi sel dengan meninggalkan debris seluler, kedalam lumen yang mengakibatkan gangguan fungsi alveolar dan jalan napas. 
V. Penatalaksanaan
• Pengobatan supporatif bila virus pneumonia
• Bila kondisi berat harus dirawat.
• Berikan oksigen, fisioterafi dada dan cairan intravena.
• Antibiotik sesuai dengan Program.
• Pemeriksaan sensitifitas untuk pemberian antibiotik.


VI. Pemeriksaan Penunjang
• Radiologi : Foto Thorax, memberi gambaran :
- Bercak konsilidasi merata pada bronchopneumonia.
- Bercak konsilidasi satu lobus pada pneumonia lobularis.
- Gambaran bronchopneumonia difus atau infiltrat institialis pada pneumonia stapilococcus.
• Labolatorium : biasanya leukosit 20.000 cell/mm dan pemeriksaan cairan pleura.

VII. Prognosa
Dengan pemberian antibiotik yang tepat dan adekuet, mortalitas dapat diturunkan sampai kurang dari 1 % agar sistem bronchopolmunal yang tidak terkena dapat diselamatkan.

VIII. Diagnosa Keperawatan dan Intervensi
1. Bersihan jalan napas tidak efekti berhubungan dengan peningkatan produksi sputum.
2. Peningkatan suhu tubuh berhubungan dengan infeksi parenkym paru.
3. Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan anorexia.

4. Resiko kehilangan cairan yang berlebihan berhubungan dengan demam.
5. Kurangnya pengetahuan berhubungan dengan penyebab penyakit dan perawatan dirumah.

Diagnosa I
Mandiri :
• Kaji kedalaman pernapasan dan gerakan dada
• Auskultasi area paru, catat area penurunan / tak ada aliran udara dan bunyi napas adventisius (krekels / ronchi ).
• Anjurkan untuk minum air hangat.
Kolaborasi :
• Berikan obat sesuai indikasi : mokulitik, exspectoran, bronkodilator dan analgetik.
Diagnosa II 
Mandiri :
• Ukur tanda – tanda vital.
• Berikan kompres dingin / hangat pada axilla, lipatan paha, dan tengkuk.
• Anjurkan untuk memakai pakaian yang tipis dan menyerap keringat.
• Anjurkan banyak minum.
Kolaborasi :
• Pemberian cairan infus, analgetik, antiperetik dan antibiotik.





Diagnosa III
Mandiri :
• Auskultasi bunyi usus, observasi dan palpasi distensi abdomen.
• Jadwalkan pengobatan pernapasan sedikitnya satu jam sebelum makan.
• Berikan porsi kecil tapi sering.
• Timbang berat badan klien.

Diagnosa IV
Mandiri :
• Jelaskan tentang penyebab penyakit, pengobatan dan perawatan.
• Instruksi untuk memberikan cairan yang adekuat.
• Hindarkan merokok dekat anak.
• Instruksikan orang tua untuk melakukan follow up bagi anaknya sesuai program yang dijadwalkan.






DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Corwin, Elizabeth J. 2000. Handbook of Pathophysiology. Lippincott-Raven Publishers. Philadelphia, U.S.A
Doengoes, Marilynn E. Et al. 1999, Rencana Asuhan Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Suparman, 1987. Ilmu Penyakit Dalam, jilid I Edisi II. Penerbit Balai FKUI Jakarta














A. PENGKAJIAN
I. IDENTITAS KLIEN.
Nama : By. R
Jenis Kelamin : Perempuan
T.Tgl.Lahir/ : 
Umur : 3 bulan 
Anak ke : tiga
Nama Ayah : Sutyo 
Pekerjaan Ayah : Sopir 
Pendidikan Ayah : SMA Tamat
Nama Ibu : Syamsiah
Pekerjaan Ibu : URT
Pendidikan Ibu : SMA Tamat
Agama : Islam.
Suku / Bangsa : Jawa/Indonesia.
Alamat : Jln.Abdul Muis Ridani
Tgl.Masuk RSU : 16 Pebruari 2006
Tgl.Pengkajian : 17 Pebruari 2006
Diagnosa Medis : BronkhoPnemoni.
Sumber Informasi : Keluarga.

II. RIWAYAT KEPERAWATAN.

Riwayat Kesehatan Sekarang : 
 Keluhan Utama : Sesak napas dan batuk 
 Lama Keluahan : Sejak 4 hari sebelum MRS
 Akibat timbulnya keluhan : kesulitan untuk bernapas
 Faktor yg memperberat : kalau disertai badannya panas
 Upaya untuk mengatasi : diberikan 1 – 2 liter permenit.
 Lain – lain : Infus D.5 % 0,185 200 cc / 24 jam
B. RIWAYAT KESEHATAN SEBELUMNYA :
 Pre Natal : selama hamil ibu tidak pernah sakit, minum obat-obatan maupun minum jamu-
  jamuan
 Natal : Lahir dengan umur kahamilan 11 bln, BBL: 3,4 kg, secara Spontan,
  penggunaan obat-obatan tidak ada, bayi Langsung nangis.
 Post Natal : Perkembangan dan pertumbuhan sampai bayi berumur 2 bl Berjalan normal.
 Luka operasi : tidak ada
 Allergi : tidak ada
 Pola kebiasaan: 
 Tumbang : belum bisa mengangkat kepala , belum bisa telungkup
 Imunisasi : Imunisasi yang sudah : BCG, DPT I dan Polio I, Hepatitis.1
 Status Gizi : kebutuhan kalori pada anak A ini adalah 100 kal./kg/bb/hari
  Pada anak A terukur BB = 4,3 kg, anak tampak lemah.





 Psikososial : termasuk tahap trust VS mitrust ( 0 – 1 th ), bayi percaya
  pada orang yang merawatnya/dekat padanya seperti ibunya. 
 Psikoseksual : termasuk fase aral ( 0 – 1 th), karena dalam keadaan sakit
  maka fungsi pada fase ini tidak terlihat.
 Interaksi : belum dapat mengenal orang
 Lainnya :

C. RIWAYAT KESEHATAN KELUARGA :
Orang tua klien mengatakan bahwa kakaknya klein saat ini sedang menderita penyakit batuk, pilek
Namun belum ada yang serumah dengan klein yang menderita seperti penyakit yang diderita klien saat ini sampai masuk rumah sakit

III. PEMERIKSAAN FISIK PADA ANAK.
 Keadaan umum : anak masih lemah
 Tanda-tanda vital : Tensi : - Nadi : 120 kali/mnt, Suhu : 36,7 C Resp. : 50 kali/ mnt.
 Kepala dan wajah : ubun-ubun besar belum menutup 2 X 2 
 Mata : cekun dan cembung tidak terlihat
 Telinga : tak ada kelainan
 Hidung : secara anatomis tak ada kelainan hanya terlihat kotoran sekret
 Mulut : kelaina anatomis tidak ada, hanya kotor oleh lendir kental dan agak berbau. 
 Tenggorokan : Hyperemik (-), tonsil (-)
 Punggung : Tak ada kelainan
 Neorologi : Tak ada kelainan
 Endokrin : Tak ada kelainan

IV. POLA FUNGSIONAL KESEHATAN :
 Nutrisi dan metabolisme : ibu mengatakan bayinya sejak melahirkan tetap diberi ASI dan kadang-kadang saja diberi susu SGM 1, namun 2 hari sebelum masuk RS , saat mulai sakit bayi kurang nafsu untuk minum ASI.
 Eliminasi : Saat sebelum sakit berjalan normal, tapi selama sakit frekwensi BAKnya agak berkurang dan BABnya konsistensinya cair.
 Istirahat dan tidur : Saat sebelu sakit kebiasaan istirahat dan tidur berjalan normal, waktu sakit itu istirahat dan tidurnya agak terganggu terutama disaat sesak napas maupun saat tubuhnya panas. 
 Aktivitas dan latihan : Sebelum sakit tak ada keluhan, saat sakit kondisi tubuhnya lemah sehingga aktivitasnya terbatas ( tidak ceriah seperti biasa
 Lainnya :

V. PEMERIKSAAN PENUNJANG. ( DIAGNOSTIK TEST )
 Laboratorium:
  Kesimpulan : Bronkhopnemonia.  
 Lainnya : 





VI. PROGRAM TERAPI : saat di kaji tgl.17 -02-2006
- pemberian 1 - 2 liter / jam
- Infus D 5 % 0,185 200 cc / 24 jam
- ASI / PASI : 80 X 50 cc PS/Speen
- Injec. Cepatoxin 150 mg / 12 Jam, Viecvin 150 mg / 8 jam
- Vectum Sy 3 x 1/3 sdt


ANALISA DATA.
No /
TGL PENGELOMPOKAN DATA/SIMTOM ETIOLOGI PROBLEM KEP.
1.

17-02-2006









--------
2.















--------
 Data subyektif:
-ibu mengatakan anaknya sesak,
  pilek dan gelisah.

Data Obyektif :
 - hasil observasi terlihat sesak, pernapasan cuping hidung, rongga
 hidung dan mulut terdapat sekret, 
-tanda-tanda vital: Resp.: 48 X/m,
  suhu : 36,8 C, Nadi :120 X / mnt. 



---------------------------------------
Data Subyektif :
-ibu mengatakan nafsu meneteki anaknya menurun apalagi disaat sesak dan panas, anaknya sering panas.

Data Obyektif : 
Anak tampak lemah, terlihat gairah meneteki pada ibunya kurang bersemangat. Terjadi peradangan pada parenkhim paru.
-tanda-tanda vital: Resp.: 48 X/m,
  suhu : 36,8 C, Nadi :120 X / mnt. 





---------------------------------------
 Kuman penyebab masuk Sal. Pernapasan

Meradangi daerah parenkim paru (penumpukan sekret)

Pertukaran O2 & CO2 terhambat.
Terjadi sesak

Jalan napas tidak efektif.
------------------------
Serangan kuman pada parenkhim paru

Kematian sel-sel darah

Sistem pertahanan tubuh menurun

Tubuh melemah

Pe Kebutuhan kalori skunder thd.infeksi untuk rekondisi normal.

Resiko kekurangan nutrisi. 
-----------------------
 Ketidak efektifan jalan napas.










------------
Resiko kekurangan nutrisi.













------------



 
PERUMUSAN DIAGNOSA KEPERAWATAN

1. Tidak efektifan jalan napas sehubungan dengan penumpukkan sekret yang berlebihan dijalan napas.
2. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan pemasukan oral sekunder terhadap kebutuhan peningkatan katabolisme yang berkaitan dengan demam dan proses infeksi.

RENCANA KEPERAWATAN

Tanggal. / Diag. No TUJUAN KEP. INTERVENSI KEP. RASIONALISASI

17-02-2006
Diagnosa.No
   











……….

17-02-2006
Diagnosa.No

   


 
Setelah diberikan tindakan perawatan,anak menunjukan jalan napasnya efekti dgn. kriteria :
-suhu dan RR dalam batas normal, suara napas bersih, 
-tidak ditemukan batuk maupun sianosis.
-Jumlah sel darah putih normal, saturarasi oksigen 85 – 100 %
- jalan napas bersih dari sekret.



……………………

Selama dalam perawatan, anak tidak kekurangan kebutuhan nutrisi dengan kriteria :
-Anoreksi (-), Vometing -
 - berat badan normal.
- konsumsi makan habis sesuai porsinya.

 
1. Observasi tanda-tanda  
  vital,suara napas.


2.mengatur posisi kepala lebih 
  tinggi dari kaki (semi fowler)

3.Bersihkan jalan napas dengan
  jalan nebulizer kemudian 
  sektion.


4.Berikan obat-obat dan O2 
  sesuai program dokter






……………………………..

1.Kaji dan monitoring terus 
  tentang intake / output 
  nutrisinya (termasuk porsi  
  dan waktu makannya )

2. Anjurkan kepada ibu untuk 
  memberikan ASI 
  secukupnya.

3. Berikan makanannya / ASI 
  sedikit – sedikit tapi sering. 


 
1.Mengetahui perkem 
  bangan sbg.pedoman
  tindakan selanjutnya

2.Memungkinkan 
  ekspansi paru secara
  maksimal.

3.Mengencerkan 
  dahak sekaligus 
  mempermudah 
  pengeluarannya 
  sehingga jalan napas
  bebas dari sekret.

4.Kolaborasi sebagai 
  fungsi interdependen
  seorang perawat.


…………………..

1.Mengantisipasi 
  kemungkinan yg 
  tidak diinginkan dan 
  sbg. Pedo man 
  tind.selanjutnya

2.Memenuhi akan 
  kebu tuhan zat gizi 
  klien.

3.Mencegah muntah 
  dan sekaligus 
  memenuhi 
  kebutuhan akan 
  gizinya



IMPLEMENTASI & EVALUASI KEPERAWATAN
NO. DX JAM IMPLEMENTASI KEPERAWATAN EVALUASI (SOAP)
 
  
08.30 Wit




09.30 Wit




10.30 Wit 
1. Mengobservasi tanda-tanda vital, suara  
  napas.(wezing dan ronchi ).
  Nadi : 100 x /Menit. Resp : 50 x /Menit.
  Suhu : 36.9 oC. wezing dan ronchi ( + )

2.Mengakaji pola sesak napas dan Mengatur
  posisi kepala lebih tinggi dari kaki ( semi
  fowler ) dg.memberikan bantal.


4.Kolaborasi dengan team medis dalam 
  pemberian obat-obat dan sesuai program 
  - Inj. Cepatoxin 150 mg / 12 Jam
  - Inj. Vievisin 150 mg / 8 Jam 
  - Vectum Sirup 3 x 1/3 Sdt. Tgl 18 -2-2006
S :Ibu mengatakan sesak 
  anaknya sudah tidak ada 
  lagi ada, batuk juga sudah
  tidak ada.

O :RR = 40/mnt, anak 
  nampak sudah mulai segar,
  tidak tampak pernapasan 
  cuping, wizing dan ronchi  
  tidak terdengar , 

A :Masalah keperawatan 
  Sebagian teratasi

P :Indakan keperawatan tetap 
  dilanjutkan.


  
11.30 Wit



12.30 Wit


13.30 Wit 
1. Mengkaji dan monitoring terus tentang
  intake / output nutrisinya (termasuk
  porsi dan waktu makannya )

2. Menganjurkan kepada ibu untuk
  memberikan ASI secukupnya.

3. Memberikan makanannya / ASI sedikit – sedikit tapi sering (PASI = 8 X 50 cc per Sonde )
  
S :Ibu mengatakan keadaan 
  anaknya sudah lumayan, 
  dan keluarga pasien minta 
  pulang, gairah 
  menyusuinya perlahan-
  lahan mulai kembali seperti
  biasa.

O :Terlihat keadaan umum 
  anak ada kemajuan, 
  muntah tidak ada, 
  BAB/BAK lancar, Infus 
  D.5 % 1/3 : ( - ).

A :Masalah teratasi sebagian.

P :Tindakan tetap dilanjutkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar