Kamis, 10 September 2009

BBLR

Pengkajian Keperawatan 
Pada Bayi Baru Lahir

Pengkajian Fisik
Pengkajian fisik menentukan kondisi awal bayi, menentukan garis dasar untuk perawatan berikut dan potensial identitas dari masalah yang ada. Pengkajian biasanya lengkap dalam 24 jam pertama bayi.

Pengkajian tingkah laku dengan baik, hangat-bebas, dalam pemeriksaan secara umum mengukur damenimbang bayi dalam keadaan telanjang tetapi hindarkan penggunaan popok yang berlebihan sehingga area genetalia bayi tidak mudah kotor (lepaskan popok ketika menimbang bayi dan untuk menilai pinggang, tulang belakang bagian bawah alat kelamin dan rectum). Walaupun setiap pengaturan, pencocokan dan metode pengkajian yang lengkap memuaskan, tetapi cara yang paling umum untuk melanjutkan dari kepala ke kaki (cefalokaudal), mengukur tanda vital, auskultasi jantung, paru dan perut kemudian menpalpasi abdomen.

Pengkajian ini dilaksanakan ketika bayi sedang diam. Lanjutkan pengamatan ketika bayi sedang diam. Lanjutkan pengamatan secara umum dengan menilai warna kulit bayi, ukuran, perbandingan, dimulai status gizi, opstur, posisi, aktifitas, refleks dan perilaku. Catat setiap kelainan (abnormalitas), yang menonjol dan ketidaksesuaian ukuran, penilaian terakhir abduksi biasanya menyebabkan bayi menangis. Maka bayi menggambarkan keadaan yang normal.


 Inisial Ukuran Dan Vital Sign
 Ukuran mencakup fungsi dan berat. Vital sign mencakup temperatur, denyut jantung dan frekuensi pernafasan. Rata-rata nilai sebagaib berikut:
Panjang: Ukuran bokong 31-55 cm ( 12”-14”)
  Kepala sampai tumit: 48-53 ( 19”-21’)
Berat: 2500-4000 gr.
Suhu: Ketiak : 36,5-37C (97,7C-98,6C)
  Rectum : 35,5-37,5C (96-99,5F).
Denyut jantung: 110-160 kali/menit
Respirasi: 40-60 kali/menit

 Kulit
 Kelihatan lembut dengan deskuamasi (pengeluaran) hari ke-2 sampai ke-3, halus, hampir transparan, elastis, bermuka merah ke warna merah muda pucat, mulut, palatum lengkap, bayi dengan air liur yang minimal, mengisap, menelan, memalingkan wajah bila disentuh pada pipi dan refleks tertawa hadir.

 Dada dan Paru
 Lingkaran yang mengelilingi dada berukuran kira-kira 30,5-33 cm (12 inci-13 inci) diameter anterior posterior dan lateral adalah sama. Ujung xifoid anterior yang menonjol pada puncak dari sudut iga. Bayi mempunyai pernafasan perut (40-60 kali/menit) sebentar-sebentar lambat dan dangkal atau dalam dan cepat dengan periode apnoe 6-15 detik. Suara nafas pada kedua sisi sternal jelas, nyaring bronchovesikuler dan hiperresonan , suara nafas umumnya berkurang pada sisi dada yang berlawanan atas perintah otak dan terdengar bunyi cracles yang terdengar pada saat inspirasi. Kemungkinan besar payudara mengeluarkan secret seperti susu.

 Punggung dan Ekstremitas
 Tangan dan kaki mempunyai ukuran dan letak yang simetris, tubuh fleksi dan kedua tangan mengenggam, tulang belakang bayi lurus saat berbaring dan menapak pada posisi berbaring telungkup dengan kata lain seperti huruf “C”. pinggul stabil dan tidak terjadi dislokasi, manuver ortolanio dan tanda Barlow negatif. Bayi mempunyai tonus otot yang baik terutama dengan ketahanan terhadap posisi fleksi yang berlawanan dan rentang penuh pada setiap sendi utama.



 Jantung
 Mengikuti kecenderungan pernafasan. Denyut jantung (110-160 kali/menit). Bunyi jelas dan teratur. Frekuensi tak teratur. PMI mungkin terlihat dari interkosta keempat kiri garis midklavikula. S1 lebih nyaring dan S2 pada puncak dan S2 lebih nyaring dari S2 lebih nyaring dari S1 di daerah paru-paru (pulmonal). S2 sputting adalah mingkin sistolik murmur lebih jelas.

Perut
Lunak dan bentuk silinder, menonjol, pada permukaan perut terlihat warna vena, ujung umbilical kering dan agak gelap. Berikut ini dapat dipalpasi:
 Liver (hati) kenyal dengan ujung yang tajam/halus sekitar 1-2 cm di bawah tepi kosta iga kanan. Ujung lien sepanjang pinggir dari sudut kuadran kiri atas.
 Ginjal bisa dipalpasi dalam, dengan cara menekan sekitar1-2 cm di atas umbilicus.
 Urine terlihat jernih, feses agak keras dengan dan refleks tersedak mengantarkan makanan. Nadi di paha jauh,refleks gerak (+).

Kepala
Kira-kira ¼ panjang tubuh, ukuran lingkar kepala kira-kira 33-37 cm (kira-kira 13-15”), kepala fleksi ke dada. Tengkorak halus bertingkat, lembut tetapi fontanel berukuran 3-6 cm (kira-kira 1”-2.5”). Pada diameter ujung fontanel posterior lebih kecil berukuran 1-2 cm (kira-kira 0,5-1 inci). Sudut tengkorak teraba seperti lembah.

Leher 
Pendek dan lurus, leher bayi juga bergerak dengan tonus leher dan refleks ke sebelah kanan. Bayi yang tiarap dapat menahan leher dengan punggung dan memutar kepala dengan satu sisi ke sisi yang lain. Bayi diposisi duduk memperrlihatkan kemampuan sementara waktu untuk mengangkat kepala tegak.

Mata
Biasanya sukar menutup dengan frekuensi dengan edema pada kelopak mata. Iris bayi berwarna kelabu, biru atau coklat. Strabismus mungkin dapat ditemukan dengan jelas. Pupil biasanya bulat, dengan langsung dan bekontraksi dengan refleks cahaya.

Telinga
Saluran yang tetap bagian atas kuat. Cuping telinga mempunyai preonicular refleks bayi terhadap suara nyaring dengan terkejut.

Hidung dan Tenggorokan
Lebar dan baik, lubang hidung mungkin berisi cairan bebas, bayi bernafas dengan hidung, dapat bersin dan menangis dengan kuat. Lidah terletak di garis tengah mulu, palatum lengkap, bayi dengan air liur minimal, mengisap, menelan, memalingkan wajah bila disentuh pada pipi dan refleks tertawa hadir.

Genetalia wanita
Labiya mayora menutupi labiya minora. Klitoris sebagian besar sudah banyak lendir dan cairan. Kadang-kadang terdapat daerah pada saat bayi melewati jalan lahir (vagina).

Genetalia laki-laki
Gland penis ditutupi oleh kulit di mana terdapat saluran uretra. Testis dan scrotum (atau di dalam kanalis inguinalis belum dapat turun).

Rektum
Bayi mempunyai rectum (lubang anus) yang baik. Merupakan jalan untuk keluarnya mekonium. Refleks anus jelas.







Pengkajian Dasar Bayi Baru Lahir
1. Tali pusat
Terdiri dari 2 arteri dan 1 vena, arteri lumennya lebih kecil dengan papilar, vena lebih besar dengan dinding yang tipis.catat panjang dari keluarnya tali pusat dan apakah tapi pusat terjepit.
2. Keadaan seluruhnya
3. Menangis; kualitas
4. Kulit; warna dan keadaan
5. Suhu
6. Panjang
7. Berat badan
8. Perut
9. Respirasi
10. Mulut

System penilaian APGAR
System penilaian ini untuk mengevaluasi status kardiopulmonal dan persarafan bayi. Penilaian dilakukan 1 menit dan 5 menit setelah bayi lahir dan diulang setiap 5 meint hingga bayi dalam keadaan stabil.
Tanda 0 1 2
Denyut jantung Tak ada Lambat (<> 100 kali/menit
Usaha bernafas Tak ada Lambat (tidak teratur). Menangis kuat
Tonus otot Lemah Lambat (tidak teratur) Aktif bergerak.
Refleks rangsang; merespon ketika kateter masuk ke lubang hidung (sebelum orofarig bersih) atau dengan menyentuh kaki bayi. Tak ada respons menyeringai; gerakan sebagian. Batuk, bersinn dan menangis.
Warna Biru/pucat Tubuh merah muda, tangan dan kaki biru/pucat Merah muda

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar