Kamis, 10 September 2009

HEPEREMISIS GRAVIDARUM

HIPEREMESIS GRAVIDARUM



I. PENDAHULUAN

Mual dan muntah adalah merupakan gangguan yang paling sering kita jumpai pada kehamilan muda, Tetapi jika mual dan muntah yang timbul itu sangat berlebihan sehingga segala apa yang dimakan sdan diminum dimuntahkan kembali, sehingga berat badan sangat menurun, dehedrasi dan terdapat aseton dalam urin, maka keadaan ini disebut hiperemisis Gravidarum.
Keluhan-keluhan tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
1. Mual dan Muntah
Terutama terjadi pada pagi hari dan akan hilang menjelang tengah hari. (Morning Sicknes) 
2. Perasaan neg atau mual
Hal ini terjadi bila mencium bau yang menyengat penciuman, misalnya : Bawang goreng, minyak rambut. 
3. Pusing terutama bila akan bangun dari tidur, hal ini terjadi karena adanya gangguan keseimbangan, perut kosong.
4. Sering kencing
Sering kencing terjadi karena tekanan uterus yang membesar dan menekan pada kandung kencing.
5. Keputihan (leukorhoe)
Pengaruh peningkatan hormon kehamilan (estrogen dan progesteron) yang mempengaruhi mukosa servix dan vagina.

  II. PROSES KEHAMILAN
  1. Konsepsi : pertemuan sperma yang mobil dengan ovum yang telah matang

  44 autosom
  Zygote ( 46 kromosom)  
  2 kromosom sex
  Fertilisasi

  Ovum sperma

  Zygote Monula Blastosit Embrio Fetus

  nidasi pada endometrium
  Plasenta (berasal dalam menurun tropoblast)

   




  Fungsi Plasenta :
 Pencernaan
 Memberi suplai O2 dan CO2 (respirasi)
 Mengalirkan sisa metabolisme janin dari dan kepada ibu (eksresi)
 Sistim endokrin :
Menghasilkan hormon (progesteron, HCG hormon yang sangat signifikan dengan kegamilan, estrogen)

  Perbedaan embrio dengan fetus :
  Embrio : masih merupakan bentuk yang sama dengan beberapa spesies, mis katak,
  ulat, dll
  Fetus : sudah merupakan janin manusia, dimana beratnya + 75 mg

2. Tanda-tanda kehamilan

  Digolongkan sesuai dengan signifikan dalam dalam menetapkan diagnosa kehiamilan.
  Gejala kehidupan tidak pasti/ tanda subjektif (presumtif)
 Amenore
 Mual/muntah
 Ngidam
 Sering BAK
 Konstipasi karena pembesaran uterus dan peningkatan sekresi hormon progesteron yag menyebabkan usus relaksasi dan peningkatnya penyerapan oleh usus
 Payudara tingling / tegang akibat peningkatan sekresi hormon progesteron

  Tanda tidak pasti / objektif (probable) 
 Abdomen membasar dan akibatnya ditemukannya strie gravidarum (melintang), strie akibat peregangan rectum abdominis sehingga kapiler-kapiler pada abdomen pecah.
 Pigmentasi akibat peningkatan melanin oleh pengaruh sekresi hormon estrogen yang bertambah
Pigmentasi :
- Cloasma gravidarum
- Linea nigra /membujur
 Leukore : peningkatan sekresi servik karena pengaruh hormoanal
 Epulis : hipertropi papila ginggiva (gusi)







 Perubahan payudara
 Perubahan pada organ pelvik :
- Tanda chadwick : vulva dan vagina menjadi ungu kebiruan
- Tanda hegar segmen bawah uterus menjadi lembik(progesteron)
- Tanda piscaseck : uterus membesar kesalah satu jurusan, khususnya insersi plasenta karena distribusi suplai darah
- Tanda goodels : serviks teraba lunak
- Tanda braxton hick : kontraksi intermitten akibat dari peregangan uterus suplai darah fluktuasi
- Tanda ballotemen : pantulan yang terjadi setelah uterus diketuk
 Pemeriksaan laboratorium (test kehamilan +) : HCG (Human Corion Gonadotropik)

  Tada Pasti (bukti absolut) kehamilan :
 BJJ (Bunyi Jantug Janin) untuk multi gravida bisa didengar pada minggu 16 dan untuk multigravida bisa didengar BJJ pada minggu 18 –20.
 Merasakan bagian-bagian janin
 USG (12 minggu akan tampak skleteon pada X ray)
 Merasakan gerakan-gerakan janin
 EKG janin 
Catatan : umur kehamilan 12 minggu tinggi fundus uteri setinggi sympisis.

  DD (Deferensial Diagnosis ) Kehamilan :
1. kistoma uvari
2. Myoma uteri
3. Retensi urine pada visika urinaria
4. Menopause

  Pseudopregnancy / pseudosiesis/histerical prenancy adalah kehamilan semu

  3. Adaptasi psikologis dan fisiologis ibu
  Kehamilan perlu proses adaptasi, karena :
 Pembesaran buah kehamilan
 Perubahan fungsi hormonal dan nonhormonal
 Lama kehamilan + 40 minggu








  Perawat harus mampu :
 Mengidentifikasi penyimpangan (aktual/potensial) serta perubahan yang normal pada ibu hamil
 Membantu ibu memahami perubahan selama hamil
 Menenangkan kecemasan ibu dan keluarga
 Mengajarkan ibu dan keluarga tentang tanda-tanda gejala yang harus dilaporkan pada petugas kesehatan.
  Perubahan / adaptasi bumil


  Fisiologis/psikologis

  Adaptasi fisiologis
 Sistem Reproduksi
  Tanda-tanda yang terlihat :
- Servik
 Peningkatan vaskularisasi
 Perubahan konsistensi servix (goodel sign)
 Warna ungu kebiruan
 Edema, hiperplasi, hipertropi
 Peningkatan sekresi mukosa servik
 Operkulum
 Perubahan Ovarium
- Tidak ada ovulasi kaena FSH tertekan oleh hormon estrogen dan progesteron
- Korpus luteum dipertahankan sampai terbentuk plasenta
 Vagina
- Peningkatan vaskularisasi, sangat sensitif, peningkatan sekresi
- Warna ungu kebiruan (chadwic sign)
- Peningkatan PH 3,5 – 6 sehingga resiko infeksi menurun
 Uterus
- Hiperplasia dan hipertropi otot uterus
- Berat badan meningkat sampai 20 kali
- Kapasitas meningkat : 500 kali
- Permukaan uterus tidak rata terutama pada implantasi dan insersi plasenta
- Uterus kerkontraksi tanpa rasa nyeri







- Aliran darah ke uterus maningkat 80 % keplasenta
- Posisi supinasi : aliran menurun akibat penekanan pada pembuluh darah terutama pada vena cava inferior dan vena sefalika
- Posisi lateral : aliran darah meningkat
- Tinggi Fundus Uteri perlahan naik sesuai umur kehamilan, setelah umur 22 minggu TFU meningkat 1 cm/minggu (Mc. Donald)
 Sistem integumen
- Payudara : kesemutan, nyeri, pembesaran secara bertahap.
- Areola : bertambah gelap
- Kelenjar montgomery menonjol
- Vena terlihat banyak menonjol
- Puting tampak menonjol dan mengeluarkan cairan kolostrom 
 Kulit :
- Strie
- Linea
- Cloasma
- Bertambah aktif kelenjar keringat
 Sistem Kardiovaskuler
- Peningkatan volume darah sampai 30-50 %
- Sel darah mera meningkat sampai 33 %
- HB meningkat 15 %
- Peningkatan volume plasma hemodelusi anemia fisiologis, dengan batas normal 10 – 11 gr %
- Pembuluh darah yang mengalir ke pelvik dan ekstrimitas bawah tertahan
- Cardiac out put : meningkat 25 – 70 %
 Sistem Perkemihan
- Kegiatan ginjal meningkat, BAK meningkat
- Dilatasi glomerolus dan ureter, karena peningkatan kerja
- Aktifitas renin angiotensin meningkat , reabsorsi Na peningkatan retensi Na meningkat cairan tubuh
 Sistem respirasi
- Kegiatan paru-paru meningkat, diagfragma terdorong karena pembesaran uterus
- Konsumsi O2 meningkat 20 %
- RR meningkat menyebabkan hiperventilasi








 Sistem Gatrointestinal
- Mual dan muntah akibat pengaruh HCG
- Tonus dan motilitas lambung menurun
- Hyperptialisin
- Peristaltik GI menurun, konstipasi karena peningkatan reabsorbsi cairan
 Sistem Endokrin
- Beberapa kelenjar mengalami hipertropi dan hiperfungsi
- Kelenjar tyroid : BMR meningkat 20 %, kelenjar tiroid sedikit membesar karena peningkatan sel-sel acinar dan komsumsi O2
 Adaptasi Metabolik
Kebutuhan metabolik meningkat dengan tujuan untuk :
o Pertumbuhan janin dan plasenta
o Kebutuhan ibu
o Persiapan persalinan dan laktasi
Peningkatan BB ibu hamil yang normal selama hamil :
- 11 – 13,6 kg
- 10 – 15 kg

Keadaan Ibu Hamil Berkenaan dengan Pola Makan
T1 : BB meurun karena penurunan nafsu makan dan mula
T2 : BB meningkat, nafsu makan pulih, pertambahan gizi
T3 : BB meningkat sangat cepat, kurangi makan yang berlemak dan manis

Adaptasi Psikologis
Stress hamil krisis

  Transisi peran

Tugas Ibu pada Masa Kehamilan :
1. Menerima kehamilannya
2. Membina hubungan dengan janin
3. Menyesuaikan perubahan fisik
4. Menyesuaikan hubungan suami isteri
5. Persiapan melahirkan dan menjadi orang tua









Siklus Kehidupan / Transisi Peran Dalam Kehamilan
Menurut Bobak L.M,1993 :
1. Anti Cipatory Stage
Imaginasi/fantasi peran yang harus ditampilkan
2. Honeymoon Stage (mencoba)
Eksplorasi penampilan peran dan melaksanakan latihan peran
3. Platau Stage
Validasi apakah peran yang ditampilkan adekwat atau tidak
4. Disengagement/Termination Stage
Terminasi/pengakhiran peran, selanjutnya memasuki tahap peran lainnya


 III. KONSEP ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN DENGAN
  HIPEREMESIS GRAVIDARUM


  1. PENGKAJIAN KEPERAWATAN
Observasi/Temuan 
 Mual dan muntah biasanya pad pagi hari dan/atau setelah makan.
 Nyeri epigastrik.
 Tersedak.
 Nyeri ulu hati.
 Merasa haus; mungkin hebat.
 Penurunan berat badan.
 Oliguria.
 Urine pekat.
 Kulit kering.
 Turgor kulit jelek.
 Muntah makanan, mukus dan/atau cairan asam.
 Asidosis metabolik yang ditandai dengan sakit kepala, disorientasi, mental dangkal.
Pemeriksaan diagnostik
 Kimia dan elektrolit darah.
 Hb/HT
 Riwayat koagulasi.
 Pemantauan CVP sesuai indikasi.
 Pemantauan jantung.






  2. DIAGNOSA KEPERAWATAN 
  A. Kurang volume cairan yang berhubungan dengan muntah dan perubahan nutrisi yang
  berhubungan dengan dehidrasi dan hiperemesis.

Intervensi 
Perawatan akut
 Pertahankan tirah baring total.
 Pertahankan status puasa selama 24 sampai 48 jam.
 Berikan cairan parenteral dengan vitamin B kompleks dan vitamin C sesuai pesanan.
 Berikan elektroli pengganti sesuai pesanan.
 Periksa urine terhadap pH, protein, darah, glukosa, aseton, dan berat jenis setiap shift.
 Pertahankan pemberian makanan/nutrisi parenteral sesuai pesanan.
 Pertahankan infus tetap terpasang.
 Ukur masukan dan haluaran tiap 2 sampai 4 jam.
 Berikan obat-obatan sesuai pesanan; dapat meliputi antihistamin, antiemesis, antikolinergik, dan sedatif.
 Berikan hiegiene oral tiap 2 jam dan prn, khususnya setelah muntah.
 Periksa TD, S, N, dan P tiap 4 jam dan prn.
 Pantau nilai/angka CVP sesuai pesanan.
Perawatan pemulihan
 Lanjutkan dengan perawatan akut dan penurunan frekuensi fungsi keperawatan bila kondisi pasien membaik.
 Anjurkan aktivitas sesuai kemampuan.
 Pemberian makanan sedikit tapi sering berupa makanan padat tinggi karbohidrat seperti krekers, sereal, roti kering lima sampai enam kali sehari.
 Cegah timbulnya bau yang dapat membuat pasien mual: makanan tertentu, deodoran tertentu.
Hasil yang diharapkan/evaluasi
Pasien tidak mengalami penurunan berat badan dan dehidrasi kurang dari 10%.

  B. Ansietas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan dan situasi krisis.
Intervensi
 Berikan ruangan pribadi jika mungkin.
 Usahakan orang yang merawat sama untuk setiap shift jika mungkin.
 Batasi/kontrol pengunjung untuk 24 jam pertama sesuai dengan indikasi kondisi pasien; informasikan kemajuan pasien pada keluarganya.
 Pertahankan lingkungan yang tenang dan aman.







 Anjurkan pengungkapan:
  Kurangi perangsangan, Berbicara dan tenangkan pasien ,Gali mekanisme koping tenang
 Mintakan evaluasi psikiatrik jika ada indikasi.
 Bicarakan dengan pasien dengan nada bicara yang sungguh-sungguh.
Hasil yang diharapkan/evaluasi
Pasien mengungkapkan bahwa ansietas berkurang, ekspresi wajah rileks, respon terhadap staf tepat, mengajukan pertanyaan tentang perawatan dan prognosis.

  C. Kurang pengetahuan yang berhubungan dengan kurangnya informasi tentang perawatan
  ntuk hiperemesis.
Intervensi
 Jelaskan kebutuhan diet seimbang dengan masukan cairan yang cukup pada waktu yang dijadwalkan.
 Diskusikan gejala kambuh yang harus dilaporkan pada dokter.  
 Tekankan pentingnya merencanakan waktu istirahat.
 Beri penguatan penjelasan doter tentang efek kondisi pada janin.
 Jelaskan gejala tersebut hampir selau hilang pada bulan keempat kehamilan.
 Ajarkan nama obat, dosis, waktu pemberian, cara dan efek samping obat.
 Jelaskan kebutuhan untuk menghindari obat yang dijual bebas tanpa pemberitahuan dokter.
 Tekankan pentingnya rawat jalan.
 Memberi tahu bahwa rujukan pada pelayanan masyarakat dapat diindikasikan.
 Ceritakan bahwa terminasi kehamilan dapat diindikasikan untuk kehamilan yang tidak diinginkan.
 Jelaskan bahwa tindakan aborsi mungkin diindikasikan untuk keadaan fisik dan/atau mental yang memburuk, seperti disebabkan oleh peningkatan suhu menetap meskipun dengan hidrasi yang cukup, takikardi, ikterik, perdarahan retina, depresii yang dalam atau delirium.

Hasil yang diharapkan/evaluasi
Pasien mengatur kebutuhan khususnya, mendemonstrasikan perawatan diri, dan mengungkapakn secara verbal mengerti tentang instruksi yang diberikan.
   













DAFTAR PUSTAKA:


Brunner & Suddart,s (1996), Textbook of Medical Surgical Nursing –2, JB. Lippincot 
Company, Pholadelpia.

Klein. S (1997), A Book Midwives; The Hesperien Foundation, Berkeley, CA.

Lowdermilk. Perry. Bobak (1995), Maternity Nuring , Fifth Edition, Mosby Year Book, 
Philadelpia.

Prawirohardjo Sarwono ; EdiWiknjosastro H (1997), Ilmu Kandungan, Gramedia, Jakarta.

RSUD Dr. Soetomo (2001), Perawatan Kegawat daruratan Pada Ibu Hamil, FK. UNAIR, 
Surabaya




===============================================================
===========================================
==================================
=============================
=========================


















ASUHAN KEPERAWATAN
PADA Ny.M . DENGAN HEPEREMISIS GRAVIDARUM 
 DI RUANG PIV. RSUD.H.DAMAN HURI BARABAI

A. PENGKAJIAN
  I..Identitas Klien
Nama : Ny. M.
Umur : 28 tahun 
Jenis kelamin : Perempuan 
Suku/ bangsa : Banjar/ indonesia
Agama : Islam
Pekerjaan : Ibu rumah tangga 
Alamat : Kecamatan Juai Kab.Balangan
Pendidikan : D.1
Tanggal MRS : 22-02-2006
Tanggal pengajian : 24-02-2006
No. RMK : 703/ 06
Diagnosa medis : Heperemisis Gravidarum

1.. Keluhan utama
Badan lemah dan pegala-pegal serta mual dan muntah lebih-lebih kalau di isi makanan

2. Riwayat kesehatan
- Riwayat penykit sekarang
Kurang lebih sudah Tiga minggu, klien merasa, badan terasa Sakit pegal dan selalu ingi muntah serta kulit terlihat pucat. Sebelum dibawa ke rumah sakit klien berobat Bidan di Desa dan kedokter umum yang ada di Paringin . Karena tidak ada perubahan sehingga oleh keluarganya dibawa kerumah sakit H.Daman Huri Barabai 

- Riwayat penyakit dahulu
Klien mengatakan menarche umur 12 tahun, dengan jumlah sedang, bentuk encer dan sedikit menggumpal, warna merah kehitaman. Siklus haid teratur setiap 30 hari, dengan lama setiap haid 6-7 hari. Dan Klein mengatakan . Haid terakhir tanggal 16 Nopember 2005. Selain itu klein tidak pernah menderita penyakit kronis dan menular.








- Riwayat penyakit keluarga
Dalam keluarga klien tidak ada yang menderita penyakit DM, TBC, ginjal, hipertensi, hepatitis dll namun ibu klei pernah masus rumah sakit karena Hiperemisis Gravidarum sebagai mana yang klei derita saat ini.

II.Pemeriksaan Fisik
A. Keadaan umum
Tampak sakit, kesadarn composmentis, klien tampak pucat.
Tanda vital :
 Tekanan darah : 100 / 70 mmHg
 Denyut nadi : 88x/mt
 Suhu : 36.5 0C
 Respirasi : 22 x/mt
B. Data Fokus
1. Inspeksi
  a. Mata kelihatan cekung
  b.Mukosa bibir kering dan pucat
  c.Klein lebih banyak ditempat tidur dan aktipitas sebagian dibantu oleh keluarga/
  suaminya
2. Auskultasi
  a. Jantung : Bj. 1 (+ ), Bj 2. ( + ), dan tidak ada bunyi jantung tambahan
  b. Paru : Tidak terdapat bunyi napas abnormal
  c. Abdomen : Dalam keadaan hamil
3. Perkusi
  Dada : Refleks Lututn ( + )
  Abdomen : Dalam keadaan hamil
4. Palpasi : Fundus Uteri ½ antara simpisis dan pusat

V. Data Penunjang
Laboratorium ;
……………….
Therapy :
 Infus D.10 + Drip Neorobat 24.tts / menit
 Inj. Tomit 1. Ampul / 8 Jam
 Farmacrot Syr 3 x 1 sendok makan 







C. ANALISA DATA

NO 
DS / DO 
PENYEBAB 
MASALAH
  
1





















DS : - Badan lemah dan pegala-pegal serta 
  mual dan muntah lebih-lebih kalau
  di isi makanan
  - Nyeri pada ulu hati ( epegastrium )
DO: - Klein lebih banyak ditempat tidur dan 
  aktipitas sebagian dibantu oleh 
  keluarga/ suaminya
Tanda vital :
 Tekanan darah: 100/70mmHg
 Denyut nadi : 88x/mt
 Suhu : 36.5 0C
 Respirasi : 22 x/mt
  - Kelembaban kulit tampak kering,
  mukosa bibir tampak kering. K/ U
  lemah.
  - Konjungtiva & membran mukosa pucat

DS : Pasien mengatakan kekhawatirannya 
  terhadap penyakitnya.
DO:- Klien dan keluarga tampak Gelisah.
  - Bertanya dan bingung tentang  
  tindakan yang akan dilakukan  
Intake yang tidak adekuat.















Kurang pengetahuan tentang penyakitnya
 
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh.






















Ansietas/ Cemas.

D. DAFTAR MASALAH

NO 
DIAGNOSA KEPERAWATAN

1.



2.
 
Nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh. yang berhubungan dengan muntah dan perubahan nutrisi yang; berhubungan dengan dehidrasi dan hiperemesis.
DS : Badan lemah dan pegala-pegal serta mual dan muntah lebih-lebih kalau di isi makanan
DO : Mata kelihatan cekung dan.Mukosa bibir kering dan kulit pucat

.Ansietas yang berhubungan dengan perubahan status kesehatan dan situasi krisis.
DS : Klien dan keluarga sering bertanya tentang perawatan dan pengobatan
DO:- Klien dan keluarga tampak Gelisah.
  - Bertanya bingung tentang tindakan yang akan dilakukan 







E. ASUHAN KEPERAWATAN

NO HARI /TGL NO.
DIAG TUJUAN KEP. INTERVENSI
KEP. RASIONALISASI

1.


 
Jumat
24/02/06



 

 
 
Jangka pendek
Rasa mual dapat teratasi

Jangka panjang
Pasien mampu menunjukan BB stabil & bebas tanda malnutrisi

 
1. Anjurkan istirahat sebelum makan..

2. Dorong tirah baring dan pembatasan aktivitas selama fase sakit akut.

3. Dorong pasien untuk menyatakan perasaan terhadap masalah tentang makan.


 . 
- Menenangkan peristaltik dan meningkatkan energi untuk makan.

- Menurunkan kebutuhan metabolik untuk mencegah penurunan kalori & simpanan energi.

- Keragu-raguan untuk makan mungkin diakibatkan oleh takut makan akan menyebabkan eksaserbasi gejala.


2. 
Jumat
24/02/06




 
  
Jangka pendek
Pasien dapat mendiskusikan permasalahan yang dihadapinya.

Jangka panjang
Pasien dapat memecahkan masalah dengan menggunakan sumber yang efektif.
  
1. observasi respon fisiologis, misalnya takipnoe, palpitasi, pusing.

2. Catat petunjuk perilaku seperti gelisah, mudah marah, tersinggung



3. Ciptakan hubungan saling percaya




4. Bimbing tehnik relaksasi latihan nafas dalam.

 1. Dapat menjadi indikasi derajat ancietas yang dialami pasien.



2. Indikator derajat ancietas.






3. Membuat hubungan terapiutik, membantu klien menerima perasaan dan menurunkan ancietas yang tidak perlu tentang ketidaktahuan.

4. Cara relaksasi dapat membantu menurunkan takut dan ancietas.








F. CATATAN KEPERAWATAN.
HARI / TANGGAL DX KEP IMPLEMENTASI EVALUASI

Jumat
24/02/06

 
  
1. Menyarankan untuk istirahat sebelum makan.


2. Menyarankan tirah baring dan membatasi gerak selama fase akut.


3. Memberi penjelasan tentang pentingnya makanan sehingga tidak terjadi keragu – raguan terhadap makanan yang dapat menyebabkan eksaserbarsi gejala.
 Minggu 26 Pebruari 2006.
S : Pasien mengatakan rasa mual
  Dan muntah sudah tidak 
  ada lagi.
O : kesadarn composmentis,  
  klien tampak Segar
Tanda vital :
-Tekanan darah: 110/ 70 mmHg
-Denyut nadi : 80x/mt
-Suhu : 36. 0C
-Respirasi : 20 x/mt

A : Masalah teratasi.
  P : Pertahankan keadaan umum
 

Sabtu
28/01/06
 

  


1. Memantau respon fisiologis untuk mengindari terjadi masalah.

2. Membuat catatan perilaku seperti gelisah, mudah marah danmmudah tersinggung.

3. Menciptakan hubungan saling percaya dengan sering melakukan komunikasi yang terafiutik.

4. Membantu pasien melakukan latihan nafas dalam.
 Minggu 26 Pebruari 2006.


S : Pasien menyatakan 
  pemahamannya tentang 
  penyakit Heperemisis dan 
  Perawatannya

O : Pasien mampu mendiskusikan
  kembali tentang Heperemisis 
  Gravidarum ( ngedam )

A : Masalah dapat teratasi
P : Pertahankan intervensi 

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar