Kamis, 10 September 2009

CA CERVIKS

TINJAUAN PUSTAKA

A. PENGERTIAN 
Kanker serviks adalah penyakit akibat tumor ganas pada daerah mulut rahim sebagai akibat dari adanya pertumbuhan jaringan yang tidak terkontrol dan merusak jaringan normal di sekitarnya (FKUI, 1990; FKKP, 1997).

B. ETIOLOGI
Penyebab kanker serviks belum jelas diketahui namun ada beberapa faktor resiko dan predisposisi yang menonjol, antara lain :

1. Umur pertama kali melakukan hubungan seksual
Penelitian menunjukkan bahwa semakin muda wanita melakukan hubungan seksual semakin besar mendapat kanker serviks. Kawin pada usia 20 tahun dianggap masih terlalu muda

2. Jumlah kehamilan dan partus 
Kanker serviks terbanyak dijumpai pada wanita yang sering partus. Semakin sering partus semakin besar kemungkinan resiko mendapat karsinoma serviks.

3. Jumlah perkawinan
Wanita yang sering melakukan hubungan seksual dan berganti-ganti pasangan mempunyai faktor resiko yang besar terhadap kankers serviks ini.

4. Infeksi virus
Infeksi virus herpes simpleks (HSV-2) dan virus papiloma atau virus kondiloma akuminata diduga sebagai factor penyebab kanker serviks

5. Sosial Ekonomi
Karsinoma serviks banyak dijumpai pada golongan sosial ekonomi rendah mungkin faktor sosial ekonomi erat kaitannya dengan gizi, imunitas dan kebersihan perseorangan. Pada golongan sosial ekonomi rendah umumnya kuantitas dan kualitas makanan kurang hal ini mempengaruhi imunitas tubuh.

6. Hygiene dan sirkumsisi
Diduga adanya pengaruh mudah terjadinya kankers serviks pada wanita yang pasangannya belum disirkumsisi. Hal ini karena pada pria non sirkum hygiene penis tidak terawat sehingga banyak kumpulan-kumpulan smegma.

7. Merokok dan AKDR (alat kontrasepsi dalam rahim)
Merokok akan merangsang terbentuknya sel kanker, sedangkan pemakaian AKDR akan berpengaruh terhadap serviks yaitu bermula dari adanya erosi diserviks yang kemudian menjadi infeksi yang berupa radang yang terus menerus, hal ini dapat sebagai pencetus terbentuknya kanker serviks.

C. KLASIFIKASI PERTUMBUHAN SEL AKAN KANKERS SERVIKS

Mikroskopis
1. Displasia
Displasia ringan terjadi pada sepertiga bagaian basal epidermis. Displasia berat terjadi pada dua pertiga epidermihampir tidak dapat dibedakan dengan karsinoma insitu.

2. Stadium karsinoma insitu
Pada karsinoma insitu perubahan sel epitel terjadi pada seluruh lapisan epidermis menjadi karsinoma sel skuamosa. Karsinoma insitu yang tumbuh didaerah ektoserviks, peralihan sel skuamosa kolumnar dan sel cadangan endoserviks.
 
3. Stadium karsionoma mikroinvasif.
Pada karksinoma mikroinvasif, disamping perubahan derajat pertumbuhan sel meningkat juga sel tumor menembus membrana basalis dan invasi pada stoma sejauh tidak lebih 5 mm dari membrana basalis, biasanya tumor ini asimtomatik dan hanya ditemukan pada skrining kanker.

4. Stadium karsinoma invasif
Pada karsinoma invasif perubahan derajat pertumbuhan sel menonjol besar dan bentuk sel bervariasi. Petumbuhan invasif muncul diarea bibir posterior atau anterior serviks dan meluas ketiga jurusan yaitu jurusan forniks posterior atau anterior, jurusan parametrium dan korpus uteri.

5. Bentuk kelainan dalam pertumbuhan karsinoma serviks
Pertumbuhan eksofilik, berbentuk bunga kool, tumbuh kearah vagina dan dapat mengisi setengah dari vagina tanpa infiltrasi kedalam vagina, bentuk pertumbuhan ini mudah nekrosis dan perdarahan.

Pertumbuhan endofilik, biasanya lesi berbentuk ulkus dan tumbuh progesif meluas ke forniks, posterior dan anterior ke korpus uteri dan parametrium.

Pertumbuhan nodul, biasanya dijumpai pada endoserviks yang lambatlaun lesi berubah bentuk menjadi ulkus.


Markroskopis
1. Stadium preklinis
  Tidak dapat dibedakan dengan servisitis kronik biasa
2. Stadium permulaan
  Sering tampak sebagian lesi sekitar osteum externum
3. Stadium setengah lanjut
  Telah mengenai sebagian besar atau seluruh bibir porsio
4. Stadium lanjut
Terjadi pengrusakan dari jaringan serviks, sehingga tampaknya seperti ulkus dengan jaringan yang rapuh dan mudah berdarah.

D. GEJALA KLINIS
1. Perdarahan 
Sifatnya bisa intermenstruit atau perdarahan kontak, kadang-kadang perdarahan baru terjadi pada stadium selanjutnya. Pada jenis intraservikal perdarahan terjadi lambat.
2. Biasanya menyerupai air, kadang-kadang timbulnya sebeluma ada perdarahan. Pada stadium lebih lanjut perdarahan dan keputihan lebih banyak disertai infeksi sehingga cairan yang keluar berbau.

E. PEMERIKSAAN DIAGNOSTIK
1. Sitologi/Pap Smear
  Keuntungan, murah dapat memeriksa bagian-bagian yang tidak terlihat.
  Kelemahan, tidak dapat menentukan dengan tepat lokalisasi.
2. Schillentest
Epitel karsinoma serviks tidak mengandung glycogen karena tidak mengikat yodium. Kalau porsio diberi yodium maka epitel karsinoma yang normal akan berwarna coklat tua, sedang yang terkena karsinoma tidak berwarna.
3. Koloskopi
Memeriksa dengan menggunakan alat untuk melihat serviks dengan lampu dan dibesarkan 10-40 kali.
Keuntungan ; dapat melihat jelas daerah yang bersangkutan sehingga mudah untuk melakukan biopsy.
Kelemahan ; hanya dapat memeiksa daerah yang terlihat saja yaitu porsio, sedang kelianan pada skuamosa columnar junction dan intra servikal tidak terlihat.

4. Kolpomikroskopi
  Melihat hapusan vagina (Pap Smear) dengan pembesaran sampai 200 kali

5. Biopsi
  Dengan biopsi dapat ditemukan atau ditentukan jenis karsinomanya.

6. Konisasi
Dengan cara mengangkat jaringan yang berisi selaput lendir serviks dan epitel gepeng dan kelenjarnya. Konisasi dilakukan bila hasil sitologi meragukan dan pada serviks tidak tampak kelainan-kelainan yang jelas.

F. KLASIFIKASI KLINIS
• Stage 0: Ca.Pre invasif
• Stage I: Ca. Terbatas pada serviks
• Stage Ia ; Disertai inbasi dari stroma yang hanya diketahui secara histopatologis
• Stage Ib : Semua kasus lainnya dari stage I
• Stage II : Sudah menjalar keluar serviks tapi belum sampai kepanggul telah mengenai dinding vagina. Tapi tidak melebihi dua pertiga bagian proksimal
• Stage III : Sudah sampai dinding panggula dan sepertiga bagian bawah vagina
• Stage IIIB : Sudah mengenai organ-organ lain.

G. TERAPI
1. Irradiasi
  • Dapat dipakai untuk semua stadium
  • Dapat dipakai untuk wanita gemuk tua dan pada medical risk
  • Tidak menyebabkan kematian seperti operasi.
2. Dosis
  Penyinaran ditujukan pada jaringan karsinoma yang terletak diserviks
3. Komplikasi irradiasi
  • Kerentanan kandungan kencing
  • Diarrhea
  • Perdarahan rectal
  • Fistula vesico atau rectovaginalis
4. Operasi
  • Operasi Wentheim dan limfatektomi untuk stadium I dan II
  • Operasi Schauta, histerektomi vagina yang radikal
5. Kombinasi
  • Irradiasi dan pembedahan
  Tidak dilakukan sebagai hal yang rutin, sebab radiasi menyebabkan bertambahnya vaskularisasi, odema. Sehingga tindakan operasi berikutnya dapat mengalami kesukaran dan sering menyebabkan fistula, disamping itu juga menambah penyebaran kesistem limfe dan peredaran darah.
6. Cytostatika : Bleomycin, terapi terhadap karsinoma serviks yang radio resisten. 5 % dari karsinoma serviks adalah resisten terhadap radioterapi, diangap resisten bila 8-10 minggu post terapi keadaan masih tetap sama.



H. HUBUNGAN KANKER SERVIKS DENGAN MASALAH KEPERAWATAN

Jika diperhatikan secara keseluruhan maka proses terjadinya Ca. Serviks dan masalah keperawatan yang muncul dapat diperhatikan pada bagan berikut :

Faktor :

 Prilaku Lingkungan
( Sex aktif, paritas, personal higiene) ( Polusi, onkonenik agent, virus, 
radiasi)

   
  Kanker Serviks



 Pelayanan Kesehatan Genetika
( Deteksi dini penyakit, laboraorium, (Keluarga yang menderita Ca,
 Penanganan kasus P. Kelamin keluarga dengan ambang stress rendah)
 penyuluhan pencegahan Ca. Serviks)


- Kelemahan jaringan/ dinding menjadi rapuh  perdarahan masif  anemia
- Peningkatan kadar leukosit / kerusakan nosiseptor / penekanan pada dinding serviks  Nyeri
- Gangguan peran sebagai istri dan gangguan gambaran diri  Ggn konsep diri.
- Gejala tidak nyata  adanya berbagai macam tindakan untuk menegakkan diagnose terdiagnose Ca  kecemasan

I. KONSEP KEPERAWATAN
1. Pengkajian
Data dasar
Pengumpulan data pada pasien dan keluarga dilakukan dengan cara anamnesa, pemeriksaan fisik dan melalui pemeriksaan penunjang

Data pasien :
Identitas pasien, usia, status perkawinan, pekerjaan jumlah anak, agama, alamat jenis kelamin dan pendidikan terakhir.

Keluhan utama : pasien biasanya datang dengan keluhan intra servikal dan disertai keputihan menyerupai air. 

Riwayat penyakit sekarang :
Biasanya klien pada stsdium awal tidak merasakan keluhan yang mengganggu, baru pada stadium akhir yaitu stadium 3 dan 4 timbul keluhan seperti : perdarahan, keputihan dan rasa nyeri intra servikal.

Riwayat penyakit sebelumnya :
Data yang perlu dikaji adalah :
Riwayat abortus, infeksi pasca abortus, infeksi masa nifas, riwayat ooperasi kandungan, serta adanya tumor. Riwayat keluarga yang menderita kanker.
Keadaan Psiko-sosial-ekonomi dan budaya:
Ca. Serviks sering dijumpai pada kelompok sosial ekonomi yang rendah, berkaitan erat dengan kualitas dan kuantitas makanan atau gizi yang dapat mempengaruhi imunitas tubuh, serta tingkat personal hygiene terutama kebersihan dari saluran urogenital.

Data khusus:
1. Riwayat kebidanan ; paritas, kelainan menstruasi, lama,jumlah dan warna darah, adakah hubungan perdarahan dengan aktifitas, apakah darah keluar setelah koitus, pekerjaan yang dilakukan sekarang
2. Pemeriksaan penunjang
Sitologi dengan cara pemeriksaan Pap Smear, kolposkopi, servikografi, pemeriksaan visual langsung, gineskopi.

2. Diagnosa Keperawatan
a. Gangguan perfusi jaringan (anemia) b.d perdarahn intraservikal
b. Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan b/d penurunan nafsu makan
c. Gangguan rasa nyama (nyeri) b.d proses desakan pada jaringan intra servikal
d. Cemas b.d terdiagnose c.a serviks sekunder akibat kurangnya pengetahuan tentang Ca. Serviks dan pengobatannya.
e. Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b.d perubahan dalam penampilan terhadap pemberian sitostatika.

3. Perencanaan
 Gangguan perfusi jaringan (anemia) b.d perdarahan masif intra cervikal 
  Tujuan :
 Setelah diberikan perawatan selama 1 X 24 jam diharapkan perfusi jaringan membaik :
 
 Kriteria hasil :
 a. Perdarahan intra servikal sudah berkurang
 b. Konjunctiva tidak pucat
 c. Mukosa bibir basah dan kemerahan
 d. Ektremitas hangat
 e. Hb 11-15 gr %
 d. Tanda vital 120-140 / 70 - 80 mm Hg, Nadi : 70 - 80 X/mnt, S : 36-37 Derajat C, RR : 18 - 24 X/mnt.

 Intervensi :
 - Observasi tanda-tanda vital
 - Observasi perdarahan ( jumlah, warna, lama )
 - Cek Hb
 - Cek golongan darah
 - Beri O2 jika diperlukan
 - Pemasangan vaginal tampon.
 - Therapi IV

Gangguan pemenuhan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh b.d penurunan nafsu makan.
 Tujuan :
 - Setelah dilakukan perawatan kebutuhan nutrisi klien akan terpenuhi

 Kriteria hasil :
 - Tidak terjadi penurunan berat badan
 - Porsi makan yang disediakan habis.
 - Keluhan mual dan muntah kurang

 Intervensi :
 - Jelaskan tentang pentingnya nutrisi untuk penyembuhan
 - Berika makan TKTP
 - Anjurkan makan sedikit tapi sering
 - Jaga lingkungan pada saat makan
 - Pasang NGT jika perlu
 - Beri Nutrisi parenteral jika perlu.


Gangguan rasa nyaman (nyeri) b.d proses desakan pada jaringan intra servikal

 Tujuan 
 - Setelah dilakukan tindakan 1 X 24 jam diharapka klien tahu cara-cara mengatasi nyeri yang timbul akibat kanker yang dialami

 Kriteria hasil :
 - Klien dapat menyebutkan cara-cara menguangi nyeri yang dirasakan
 - Intensitas nyeri berkurangnya
 - Ekpresi muka dan tubuh rileks

 Intervensi :
 - Tanyakan lokasi nyeri yang dirasakan klien
 - Tanyakan derajat nyeri yang dirasakan klien dan nilai dengan skala nyeri.
 - Ajarkan teknik relasasi dan distraksi
 - Anjurkan keluarga untuk mendampingi klien
 - Kolaborasi dengan tim paliatif nyeri

Cemas yang b.d terdiagnose kanker serviks sekunder kurangnya pengetahuan tentang kanker serviks, penanganan dan prognosenya.

  Tujuan :
  Setelah diberikan tindakan selama 1 X 30 menit klien mendapat informasi tentang penyakit kanker yang diderita, penanganan dan prognosenya.

  Kriteria hasil :
  - Klien mengetahui diagnose kanker yang diderita
  - Klien mengetahui tindakan - tindakan yang harus dilalui klien.
  - Klien tahu tindakan yang harus dilakukan di rumah untuk mencegah komplikasi.
  - Sumber-sumber koping teridentifikasi
  - Ansietas berkurang
  - Klien mengutarakan cara mengantisipasi ansietas.

  Tindakan :
  - Berikan kesempatan pada klien dan klien mengungkapkan persaannya.
 - Dorong diskusi terbuka tentang kanker, pengalaman orang lain, serta tata cara mengentrol dirinya.
 - Identifikasi mereka yang beresiko terhadap ketidak berhasilan penyesuaian. ( Ego yang buruk, kemampuan pemecahan masalah tidak efektif, kurang motivasi, kurangnya sistem pendukung yang positif).
 - Tunjukkan adanya harapan
 - Tingkatkan aktivitas dan latihan fisik

Resiko tinggi terhadap gangguan konsep diri b.d perubahan dalam penampilan sekunder terhadap pemberian sitostatika.

 Tujuan :
 Setelah diberikan tindakan perawatan, konsep diri dan persepsi klien menjadi stabil

 
Kriteria hasil :
 - Klien mampu untuk mengeskpresikan perasaan tentang kondisinya
 - Klien mampu membagi perasaan dengan perawat, keluarga dan orang dekat.
 - Klien mengkomunikasikan perasaan tentang perubahan dirinya secara konstruktif.
 - Klien mampu berpartisipasi dalam perawatan diri.

 Intervensi :
 - Kontak dengan klien sering dan perlakukan klien dengan hangat dan sikap positif.
 - Berikan dorongan pada klien untuk mengekpresikanbperasaan dan pikian tentang kondisi, kemajuan, prognose, sisem pendukung dan pengobatan.
 - Berikan informasi yang dapat dipercaya dan klarifikasi setiap mispersepsi tentang penyakitnya.
 - Bantu klien mengidentifikasi potensial kesempatan untuk hidup mandiri melewati hidup dengan kanker, meliputi hubungan interpersonal, peningkatan pengetahuan, kekuatan pribadi dan pengertian serta perkembangan spiritual dan moral.
 - Kaji respon negatif terhadap perubahan penampilan (menyangkal perubahan, penurunan kemampuan merawat diri, isolasi sosial, penolakan untuk mendiskusikan masa depan.
 - Bantu dalam penatalaksanaan alopesia sesuai dengan kebutuhan.
 - Kolaborasi dengan tim kesehatan lain yang terkait untuk tindakan konseling secara profesional.
 
LAPORAN KASUS

Pengkajian dilakukan hari senin, 17 September 2001
A. Pengkajian
1. Identitas 
Klien Suami
Nama : - Ny. N.H - Alm.Tn. T
Umur : - 45 tahun - (Kx. Lupa)
Suku/bangsa : - Jawa - Jawa
Agama : - Islam - Islam
Pendidikan : - SD - SLTA
Pekerjaan : - Swasta - Swasta
Alamat :  
Nomor Rekam medik : 100 
Status perkawinan : Suami pertama (Janda sudah 7 tahun sampai se- karang)

2. Riwayat Keperawatan
Keluhan utama : Ibu mengeluh keluar darah beku,banyak,warna kehitam an dan berbau setelah nyeri pinggang,bawah pusat dan kemaluan sejak 10 hari yang lalu (10/8/ 2001),saat pengkajian menurut ibu darah keluar encer,ba-nyak, warna merah biasa dan bau.
3. Riwayat Obstetri
Klien mengatakan menarche umur 12 tahun, klien sudah tidak haid lagi/meno-pouse sejak umur 40 tahun (5 tahun yang lalu) tapi 10 hari yang lalu klien me-ngeluarkan darah seperti haid. Sebelum menopouse siklus haid 28 hari,lama haid 3 hari,sedikit,encer warna merah,tidak berbau, nyeri tidak ada. Keputih an 1 bulan yang lalu warna kuning, sedikit, bau. Anak 7 orang,hidup 6 orang,ma ti 1 0rang,anak terkecil berumur 15 tahun. Abortus tidak pernah.
4. Riwayat Perkawinan
Klien menikah pada umur 12 tahun,perkawinan pertama, saat ini klien janda su dah 7 tahun, punya anak saat berumur 16 tahun. 
5. Riwayat Keluarga Berencana
KB steril setelah anak yang terkecil lahir
6. Riwayat Kesehatan
 Klien mengatakan sebelumnya tidak pernah menderita suatu penyakit yang be rat hingga harus dirawat dirumah sakit, kecuali saat KB steril, demikian juga penyakitnya saat ini baru dirasa mengganggu sejak 10 hari yang lalu itupun ka rena anjuran anak dan menantunya,klien khawatir/cemas kalau diiagnosa kan-ker.
7. Riwayat menderita penyakit lain 
• DM disangkal
• Hipertensi disangkal
• Hepatitis disangkal
• Jantung disangkal

Kebutuhan Dasar Khusus
a. Pola Nutrisi
Klien biasa makan 3 kali sehari dengan nasi, sayur dan lauk lengkap. Nafsu makan klien baik,walau agak risih dengan bau yang keluar dari kemaluannya sehingga klien memilih makan terpisah dari anggota keluarga yang lain.
b. Pola eliminasi
Bab 1 kali sehari lembek dan warna kuning. Bak 3-4 kali sehari, pada ma-lam hari klien selalu ingin kencing.
c. Personal Hygiene
Klien senantiasa menjaga kebersihan tubuhnya, terutama vaginanya dengan menggunakan rebusan daun sirih,tetapi bau tetap timbul. 
d. Istirahat dan tidur
Klien biasa tidur Pk. 21.00 dan bangun Pk. 04.30 pagi. Siang hari istirahat tidur 4 – 5 jam,malam sering terbangun karena ingin kencing.
e. Pola aktivitas dan istirahat
Klien bekerja menjaga toko yang merupakan peninggalan suaminya bergan-tian dengan anak dan menantunya,pukul 11.00 Wib klien pulang digantikan oleh anak/menantunya.
f. Pola hubungan seksual
  Sejak suami klien meninggal 7 tahun yang lalu klien tidak pernah lagi berhubungan suami-isteri.
g. Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan
Riwayat merokok : disangkal
Minum-minuman keras : disangkal
Ketergantungan obat : disangkal
 h. Pengetahuan tentang kesehatan
 Klien mengungkapkan ketakutannya jika dia benar-benar menderita kanker, klien menanyakan apa lagi pemeriksaan yang harus dilakukan. Saya takut jika pemeriksaan yang akan dilakukan akan menyebabkan kesakitan dan perdarahan.

Pemeriksaan Fisik
a. Keadaan umum : Kesadaran kompos mentis, GCS : 15, klien tampak lesu dan ekspresi wajah klien datar.
b. Penginderaan
Mata normal, konjunctiva agak pucat.
Telinga : bentuk dan fungsi normal
Lidah : bentuk dan fungsi normal
Hidung : bentuk dan fungsi normal
c. Pernafasan
RR : 20 X/mnt, gerakan dada simetris, retraksi (-), Wh -/-, Rh -/-, Rales -/-, Sesak (-).
d. Kardiovaskuler
T : 110/80 mmHg, N : 96 X/mnt, S : 36,8 oC, Kapillary Refill 2 dt, Cyanosis (-), S1 S2 normal.
e. Pencernaan
Periastaltik (N),BAB (normal), Kelainan pada bentuk dan fungsi rektum (-).
f. Urogenital
Vulva : Fulsus (+), Fluor albus (-)
Vagina : Normal
Portio : Rapat berdungkul
Corpus Uteri : Antefleksi, massa (-),kesan normal 
Adneksa Parametrium kanan dan kiri : Supel, Nyeri (-), Massa (-), 
Cavum Douglas : Tidak menonjol, infiltrasi (-)
Insipikulo : Porsio terlihatrapat,berdungkul,fluksus (+),Fluor (-)
g. Integumen
Kulit warna putih,Turgor baik, kelainan tidak ada  
h. Muskuloskeletal
Otot dan tulang intak.
i. Endokrin
Kelenjar tyroid : normal, payudara normal. 

Data Penunjang
Biopsi : Belum ada hasil
Hb : 10 gr %
Therapi dan perawatan :
• Amoxicillin 500 mg 3 x 1 tab
• Asam Mefenamat 500 mg 3 x 1 tab
• Aff tampon 2 x 24 jam
 
B. Analisa Data

DATA ETIOLOGI MASALAH
S Klien mengungkapkan keta-kutannya jika dia benar-be-nar menderita kanker, klien menanyakan apa lagi peme-riksaan yang harus dilakukan Saya takut jika pemeriksa-an yang akan dilakukan akan menyebabkan kesakitan dan perdarahan.

O : RR= 20 X/mnt, N= 96 X/ mnt, T= 110/80 mm Hg. S= 36.8 o C.
Ekpresi wajah klien datar. Terdapat massa berdungkul pada portio, fulsus (+),bau (+). Perdarahan sewaktu VT 
Kurangnya pengetahuan tentang Kanker Serviks dan Prosedur Pemeriksaan untuk menegakkan diagnose Ca. Serviks.


Stress


Rangsangan terhadap HPA Aksis


Ketakutan
Medula adrenal


Peningkatan kerja saraf otonom


Peningkatan katakolamin, noradrenalin


Muka pucat nadi meningkat
 
Kecemasan


C. Diagnose Keperawatan
Cemas berhubungan dengan terdiagnosa suspek Ca. serviks sekunder kurangnya pengetahuan tentang Ca. Serviks, pemeriksaan yang dilakukan serta prognosanya 

 
D. Rencana Keperawatan
Hari
Tgl
Jam 
Diagnose 
Tujuan 
Tindakan 
Rasinalisasi
Senin 20/8/2001 Cemas berhubu ngan dengan terdiagnosa suspek Ca ser viks sekunder kurangnya pe-ngetahuan ten tang Ca.Ser-viks, pemerik-saan yang dila-kukan serta prognosanya Setelah di beri-kan tindakan pera watan selama 30 menit perasaan cemas klien ber-kurang.

Kriteria :
- Pasien berbagi beban masalah yang dihadapi sehubungan di-diagnose sus-pek Ca.serviks.

- Koping dan sum ber pendukung teridentifikasi
- Klien komunika-tif, ekpresi wa-jah jelas.
- Postur tubuh rileks
- Klien tahu ten-tang kanker, tindakan serta prognosenya.
- Bersedia dilaku-kan pemeriksa-an penunjang berupa Hb dan biopsi.
- Mengutarakan dan mengerti cara mengantisipasi stress.
 1. Berikan ke-sempatan kepa-da klien & kelu-arga mengung kapkan perasa-annya & dengar kan secara em-pati.
2. Dorong dis-kusi terbuka te ntang kanker, & pemeriksaan pe-nunjang yang harus di laku-kan.
3. Jelaskan tindakan , tuju an serta akibat dari pemeriksa- an penunjang harus dijalani klien.
4. Identifikasi terhadap faktor yang beresiko terhadap keti-dak berhasilan penyesuaian diri klien






5. Tunjukkan adanya harapan.




6. Anjurkan untuk tetap beraktivitas Untuk menimbulkan rasa percaya.






Untuk menyiapkan mental klien sehubung an dgn pemeriksaan yang akan dilakukan.



Klien akan bersedia mengikuti prosedur pemeriksaan penunja-ng yang harus dilaku kan pada klien.


Kekuatan ego yang bu ruk, kemampuan peme cahan masalah yang tidak efektif,kurangnya motivasi & kurangnya sistem pendukung akan meningkatkan kecemasan,meningkatkan kadar kortisol, menu-runkan sistem imun klien dan selanjutnya berakibat pada kondi-si klien.
Harapan untuk mengu-rangi tingkat stress me-rangsang peningkat an sistem imun sehing-ga memperbaiki kuali -tas hidup klien.
Aktivitas akan mengu-rangi inpuls psikologis yang negatif yang ber-pengaruh pada daya ta han tubuh klien

 
E. Tindakan Keperawatan
Dx Hari/Tgl/jam Tindakan Evaluasi
Cemas berhubungan de-ngan terdiagnosa sus-pek Ca. serviks sekun-der kurangnya pengeta huan tentang Ca. Ser-viks,pemeriksaan yang dilakukan serta prog-nosanya.

































































Nyeri sebagai efek tin-dakan biopsi ditandai dengan klien mengeluh nyeri dan perih pada vagina.











Potensial terjadi perda rahan b/d adanya perlu kaan pada serviks.










Potensial terjadi infek-si b/d perlukaan pada serviks. Senin, 20/8/2001
09.30 – 10.15















































10.15


















11.00


11.15

11.30















11.30












11.30 
1. Berdiskusi se cara terbuka tentang kan ker, dan peme riksaan penun jang yang ha-rus dilakukan.
2. Menjelaskan tindakan, tuju-an serta aki-bat dari peme riksaan penun-jang harus dija lani klien.

3. Memberikan ke sempatan kepa da klien dan keluarga meng ungkapkan pe-rasaannya dan dengarkan se-cara empati tentang tang-gapan klien terhadap pe-nyakit yang dialami serta pemeriksaan yang akan di-lakukan.
4. Jelaskan tin-dakan yang ak-an dilakukan jika klien be-nar terdiagno-se kanker, ser-ta kemungkinan kesembuhanny
5. Identifikasi terhadap fak-tor yang bere-siko terhadap ketidakberhasilan penyesuai-an diri klien
6. Tunjukkan ada nya harapan.
7. Anjurkan un-tuk tetap ber-aktivitas
















8. KIE prosedur pemeriksaan Hb.
9. Menyiapkan tin dakan biopsi.
10. Observasi kli-en setelah tin-dakan biopsi.






11. Anjurkan klien sementara isti-rahat di TT.
12. Kolaborasi :
  Mefenamad
  Acid 3 x 500
  Mg.
13. Anjurkan me-ngobservasi perdarahan pada vagina setelah diru-mah. HE tan-da-tanda per-darahan.
14. Anjurkan klien membuka tampon 2 hari lagi di Poli kandungan
15. KIE tanda-tanda infeksi.
16. KIE tentang ke bersihan vagi-na
17. HE Cara mem-bersihkan vagi-na yang dapat mencegah in-feksi.
18. Kolaborasi Amoksisilin 3x 500 mg
 
Klien mengerti. Akan tetapi takut jika hasil pemeriksaan nantinya benar-benar menunjuk-kan kanker.


Klien memahami dan bersedia untuk dilaku-kan pemeriksaan penun-jang berupa pemeriksa-an Hb dan biopsi agar semuanya menjadi jelas dan klien tidak cemas dalam ketidakpastian.
Klien menanyakan apa-kah jika hasil pemeriksa an benar kanker,nanti-nya bisa disembuhkan.












Klien dapat memahami dan berjanji mengha-dapi apapun yang akan terjadi.




Klien mau terbuka meng ungkap permasalahan-nya




Klien bersikap tabah

Klien bersedia
S : Klien dan keluarga berusaha menghadapi apapun yang akan terjadi. Klien siap dilakukan pemeriksaan penunjang.

O : Klien expresinya tenang.
A : Kecemasan ber-kurang danbersedia dilakukan pemeriksaan tambahan.
P : Siapkan pemeriksaan HB dan Persiapan biopsi.
Klien melakukan peme-riksaan Hb di kamar 14 dengan hasil 10 gr %
Klien dan alat siap

Tampon (+), perdarahan (sedikit), perdarahan abnormal (-), Nyeri (+). Klien bertanya bagaima na dengan tampon yang ada di vaginanya , Kapan harus dibuka dan bagai-mana jika cebok diru-mah.
Klien istirahat.


Resep sudah diterima.



Perdarahan (-)
Klien mengerti cara mengobservasi tanda perdarahan pada tam-pon.



Klien mengerti dan ber sedia



Klien mengerti

Klien paham







Resep diterima
 
F. Evaluasi
DX HARI/TGL/JAM PERKEMBANGAN
Nyeri sebagai efek tin-dakan biopsi ditandai dengan klien mengeluh nyeri dan perih pada vagina.

Potensial terjadi perda rahan b/d adanya perlu kaan pada serviks.




Potensial terjadi infek-si b/d perlukaan pada serviks Senin, 20/8/2001 11.50




11.55






12.00 S : Klien tahu cara mengurangi nyeri. Kien mengerti cara minum obat anti nyeri.
O : Resep Mef Acid 3 X 500 mg
A : Nyeri masih dirasakan
P : Anjurkan klien kontrol pd tgl 23 Agustus 2001
S : Klien tahu tanda-tanda perdarahan dan cara mengpbservasi perdarahan. Klien akan membuka tamponnya di Poli kandungan 
O : Tanda perdarahan tidak ada
A : Masalah teratasi sebagian
P : ingatkan tanda-tanda perdarahan dan buka tampon di Poli kandungan 
S : Klien tahu tanda-tanda infeksi dan cara perawatan kebersihan vagina di rumah. Klien tahu cara minum Amoxicilin
O : Tanda infeksi (-). Resep Amoxicilin 3 X 500 mg.
A : Masalah teratasi sebagian
P : He agar klien kontrol ke Poli kandungan tanggal 23 Agustus 2001.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar