Kamis, 10 September 2009

ILEUS OBSTRUKTIF

KONSEP DASAR ILEUS OBSTRUKTIF

A. PENGERTIAN
Ileus obstruktif adalah adanya penyumbatan pada lumen usus oleh benda-benda mekanis atau non mekanis (paralysis otot-otot usus).

B. ETIOLOGI
Penyebab yang paling utama adalah obstruksi mekanis; atrisia bawaan. Lesi-lesi extrinsik misalnya perlengketan, hernia interna dan eksterna. Striktura akibat peradangan, volvulus (usus melilit), invaginasi (usus halus masuk ke usus besar), thrombosis pada mesentrium, bahkan bisa juga oleh cacing.
Non mekanis; akibat dari gangguan neuromuskuler yang menimbulkan paralyse otot-otot atau faktor degenaratif pada usia manula 50%.
  
C. PATOFISIOLOGI
Obstruksi mekanis pada usus ini mungkin hanya simple saja, sehingga hanya lumen usus saja yang tersumbat yang mengakibatkan gangguan fungsi usus dan bisa juga menimbulkan muntah karena distensi abdomen, sehingga mengganggu keseimbangan cairan dan elektrolit dan bila obstruksi terus berlangsung akan terjadi pengembangbiakan kuman terutama aerob. Paling berbahaya bila sampai pembuluh darah usus terjepit (strangulasi), yaitu peredaran drah usus tertahan. Lama kelamaan bagi usus yang tidak teraliri peredaran darah bisa menimbulkan gangguan pada usus.

D. TANDA DAN GEJALA
1. Sifat kejang abdomen tengah yang cenderung lebih hebat bila obstruksinya makin tinggi.
2. muntah-muntah: mula-mula mengandung empedu dan mucus pada obstruksi bagian usus yang tinggi. Pada obstruksi usus bagian bawah muntah-muntahnya menjadi “feculent” yaitu berwarna jingga – coklat dengan bau busuk karena penyembuhan bakteri yang berlebihan terhadap obstruksi.
3. Bising usus menurun.
4. Konstipasi dan kegagalan membuang gas melalui rektum (tidak bisa platus).
5. Perut kembung, distensi abdomen.
6. Suhu tubuh meningkat kadang-kadang bersifat progresif.

E. PRIORITAS KEPERAWATAN
1. Membantu pasien/orang terdekat dalam penilaian psikososial.
2. Mencegah komplikasi.
3. Mendukung perawatan diri mandiri.
4. Memberikan informasi tentang prosedur/prognosis, kebutuhan pengobatan, potensial komplikasi dan sumber komuniti.

F. TUJUAN PEMULANGAN
1. Penilaian untuk perubahan yang dirasa/aktual.
2. Komplikasi dicegah/minimal.
3. Kebutuhan perawatan diri dipenuhi/dengan bantuan tergantung pada situasi khusus.
4. Prosedur/prognosis, program terapi, potensial komplikasi dipahami dan sumber pendukung teridentifikasi.


KONSEP DASAR ASUHAN KEPERAWATAN

A. PENGKAJIAN
1. Identitas Klien
Nama, umur, jenis kelamin, pekerjaan, agama, suku/bangsa, alamat, tanggal masuk RS dan lain-lain.
 
2. Keluhan Utama
Biasanya klien datang dengan keluhan; sakit perut yang hebat, kembung, mual, muntah dan tidak ada defekasi/BAB yang lama. 
3. Riwayat penyakit sekarang.
a. Perubahan pola BAB sejak kapan? (frekuensi, jumlah, warna, konsistensi ).
b. Sakit perut,kembung?
c. Mual,muntah,(frekuensi jumlah,warna, bau)
d. Apa ada demam,bisa platus? 
e. Apa ada diberi obat sebelum masuk rumah sakit?
 
4. Riwayat penyakit dahulu.
a. Ada /tidak nyariwayat tumor ganas,polip/peradangan kronik?
b. Riwayat pernah tidak nyaoperasi pada daerah perut.
c. Bagaimana keadaan BAB . Apakah sering merasa sakitperut kembung,sulit BAB dan keadaan fakes.
d. Apakah ada riwayat hernia?
e. Apakah pernah mengalami cedera Arauma?
 
5. Riwayat penyakit keluarga
a. Apakah ada yang pernah sakit seperti klein? 
b. Apakah ada yang pernah mengalamipenyakit menularatau keturunan?  
6. Pemeriksaan fisik 
a. Keadaan umum 
1) Penampilan umum
2) Tanda vital (TD, Pols, resp, temp).
3) TB, BB.
4) Kesadaran .
b. Pemeriksaan fokus
1) Inspeksi
a) Pada keadaan umum klien apakah kelihatan sakit, meringis.
b) Apakah ada muntah; warna coklat bila obstruksi pada usus halus.
c) Klien kelihatan sakit bernafas karena perut kembung.
d) Abdomen tampak kembung.
e) Nampak tonjolan seperti bengkak pada bagian perut.
2) Auskultasi
Peristaltik usus menurun/meningkat.
3) Perkusi
a) Normal bunyi abdomen, tegang, dan kembung.
b) Kulit daerah abdomen terasa hangat, nyeri tekan.
c) Teraba benjolan/masa di daerah abdomen.

7. Kebutuhan Biologis
a. Nutrisi: 
1) Pola kebiasaan.
2) Jenis makanan/minuman.
b. Eliminasi
1) Pola.
2) Frekuensi.
3) Jumlah, warna, bau, konsistensi (BAB/BAK)
c. Istirahat/tidur
Mempunyai masalah/tidak.
d. Aktifitas
1) Apakah terganggu/terbatas.
2) Faktor yang memperingan atau memperberat.
3) Riwayat pekerjaan.
8. Riwayat Psikososial
Bagaimana pola pemecahan masalah klien terhadap masalahnya, demikian juga keluarga.
9. Riwayat Sosial
a. Kebiasaan merokok, minuman keras, dan lain-lain.
b. Konsep diri terhadap masalah



B. DIAGNOSA KEPERAWATAN YANG MUNGKIN MUNCUL
1. Nyeri (akut) berhubungan dengan luka post operasi.
Intervensi:
a. Kaji nyeri, catat lokasi, karakteristik, dan intensitas.
b. Dorong klien untuk menyatakan masalah, dengarkan dengan aktif dan beri dukungan dengan penerimaan dan memberikan informasi yang tepat.
c. Ajarkan teknik distraksi dan relaksasi.
d. Bantu melakukan latihan gerak dan dorong ambulasi dini.
e. Kolaborasi pemberian analgetik, tradosik inj/kolf 1 ampul.
2. Resiko infeksi berhubungan dengan luka pembedahan.
Intervensi:
a. Kaji tanda-tanda infeksi.
b. Gunakan teknik septik dan aseptik.
c. Ganti balutan sesuai indikasi.
d. Observasi warna dan keluasan.
e. Observasi keluhan mual/muntah, peningkatan nyeri, demam, dan adanya leukositosis.
f. Kolaborasi pemberian antibiotik, taxegram.


 
DAFTAR PUSTAKA



Doengoes, Marylin E. Rencana Asuhan Keperawatan. Edisi 3. EGC: Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. 2000.
Harrisons. Principles of Internal Medicine. Edisi 9. Gangguan Saluran Pencernaan. Seri Ilmu Penyakit Dalam. Hal 167 – 170. Jakarta.
Lynda, Juall Carpenito. Diagnosa Keperawatan. Edisi 8. EGC: Penerbit Buku Kedokteran. Jakarta. 2000.
Pusdiknakes. Asuhan Keperawatan Pasien Dengan Gangguan Sistem Pencernaan. Edisi I. jilid II. Hal II 32 – 36. Jakarta. 1990.


 
ASUHAN KEPERAWATAN
KLIEN NY. R DENGAN ILEUS OBSTRUKTIF 
DI RUANG PERAWATAN BEDAH 
RSUD ULIN BANJARMASIN



A. DATA DEMOGRAFI
Tanggal wawancara : 29 Mei 2003
Tanggal MRS : 28 Mei 2003 Jam 18.00 Wita
No. RMK : 49 21 92
N a m a : Ny. R
U m u r : 36 tahun
Jenis kelamin : Perempuan
Suku/Bangsa : Banjar/Indonesia
Agama : Islam
Pendidikan : SMU
Pekerjaan : -
Alamat : Jl. Veteran Gang Prona I RT 24 No. 30 Banjarmasin
Diagnosa medis : Ileus Obstruksi
Penanggung jawab : Tn. H (suami)

B. POLA FUNGSIONAL
1. Persepsi Kesehatan dan Penanganan Kesehatan
a. Keluhan Utama 
Nyeri pada daerah luka post operasi.
b. Riwayat Penyakit Sekarang (sesuai pola PQRST) Klien masuk RS tanggal 28 Mei 2003 jam 18.00 Wita dan langsung dilakukan operasi cyto jam 21.00 Wita. Saat pengkajian tanggal 29 Mei 2003 klien mengeluh nyeri pada daerah luka post operasi seperti diiris-iris dan ditusuk-tusuk, nyeri terasa sampai ke samping kiri/ kanan perut nyeri lebih terasa apabila klien melakukan pernafasan perut. Nyeri ilang apabila klien tenang dan tidak merasa tegang pada daerah perut. Intensitas nyeri ±± 3 – 5 menit.
c. Penggunaan Obat Sekarang
1) Taxegram inj 2 x 1 gr.
2) Alinamin F 3 x 1 amp.
3) Tradosix/kolf infus 
4) Inf. D5% : RL (2 : 2)  30 tetes/menit
d. Riwayat Penyakit Dahulu Klien pernah menderita penyakit yang sama dengan riwayat operasi 2 kali yaitu pada tahun 2001 di RSUD Ulin, 2002 di RS Islam dan yang terakhir di RSUD Ulin, tidak ada riwayat hypertensi, penyakit menular ataupun keganasan.
e. Alergi tidak ada.
f. Kebiasaan yang mempengaruhi kesehatan Klien dulu adalah seorang perokok namun sekarang klien sudah menghentikan kebiasaan tersebut. Tidak ada riwayat penggunaan obat-obatan.
g. Kepatuhan terhadap nasehat medis Ya, terbukti klien mau mengikuti program pengobatan, yaitu melaksanakan operasi.
h. Riwayat Penyakit Keluarga Tidak ada diantara anggota keluarga yang mengalami sakit seperti klien, tidak ada diantara keluarga yang mempunyai riwayat hypertensi, penyakit menular atau keganasan.
i. Riwayat Sosial Klien tampak kooperatif baik dengan masyarakat di daerah dimana klien tinggal tampk baik terbukti dengan adanya pengunjung yang membesuk/warga dimana klien tinggal.
j. Laboratorium dan Diagnostik
1) Hb : 11,7 gr% (11,5 – 15,5 gr%).
2) Leukosit : 10.800 /mm3 (4.000 – 11.000 /mm3).
3) Golongan darah : B
4) Waktu perdarahan : 2 menit 30 detik (1 – 3 menit)
5) Waktu pembekuan : 5 menit 30 detik (4 – 9 menit)
2. Pola Nutrisi – Metabolik
a. Masukan nutrisi sebelum sakit 
 Pagi Siang Malam 
Jenis makanan/ minuman Nasi, lauk, air putih Nasi, lauk, air putih Nasi, lauk, air putih
Jumlah 1 porsi 1 – 2 porsi 1 porsi 

Makanan pantangan : tidak ada.
Kudapan sore : -
b. Saat Sakit
 Pagi Siang Malam 
Jenis makanan/ minuman - - -
Jumlah - - -

Saat ini klien masih puasa. Keadaan gigi atas dan bawah bersih, gigi belum ada yang lepas. 
Fluktuasi BB 6 bulan terakhir tetap.,yaitu 50 kg.

c. Pemeriksaan fisik
Tanda vital: TB : 155 cm, BB 50 kg.
1) Kulit 
Warna kulit dalam batas normal, suhu 360C, turgor dalam batas normal kulit bila dicubit cepat kembali < 2 detk. Tidak edema, terdapat lesi pada luka post operasi. Memar tidak ada. 
2) Mulut 
Kebersihan mulut dalam batas normal, klien selalu gosok gigi tiap pagi. Gusi dalam batas normal (merah muda). Gigi penuh. Lidah bersih dan mukosa lembab.
3) Rambut dan kulit kepala
Keadaan rambut tebal, warna rambut hitam, distirbusi merata. 
4) Abdomen
Tidak ada pembesaran hati, lien dan ginjal, nyeri tekan pada abdomen, bising usus (+).
3. POLA ELIMINASI
a. Feses
Kebiasaan defekasi 1 x/hari, defekasi terakhir 3 hari sebelum masuk RS. Warna kuning feses. Masalah dalam BAB tidak ada.
1) Pemeriksaan Fisik 
2) Abdomen :
Struktur simetris, frekuensi bising usus 6 x/menit, distensi tidak ada.
3) Rektum 
Lesi tidak ada.
b. Urine
Frekuensi 3 – 4 kali perhari, masalah tidak ada, klien tidak menggunakan alat bantu cateter., ginjal tidak teraba, distensi kandung kemih tidak teraba.

4. POLA AKTIVITAS – LATIHAN
a. Kemampuan Perawatan Diri
0 = Mandiri
1 = Alat bantu
2 = Dibantu Oleh Orang Lain
3 = Dibantu Orang Lain dan Alat
4 = Tergantung secara Total

Aktifitas 0 1 2 3 4
Mandi/seka √  
Berpakaian/Berhias √  
Toileting √  
Mobilitas di tempat tidur √  
Berpindah √  
Ambulasi √  
Naik tangga  
Berbelanja  
Memasak  
Pemeliharaan kesehatan  
b. Klien menggunakan alat bantu yaitu pispot
c. Pemeriksaan fisik
1) Pernafasan dan sirkulasi 
a) Tanda vital
Tekanan darah : 120/70 mmHg
Nadi : 80 kali/menit
Respirasi : 20 kali/menit
b) Sirkulasi perifer dalam batas normal (CRT < 3 detik), kualitas ritme reguler.
c) Batuk tidak ada, bunyi nafas dalam batas normal (vesikuler) 
2) Muskuloskeletal
a) Rentang gerak nomal, koordinasi dalam batas normal.
b) Tonus otot dalam batas normal (kuat) skala 5.
c) Perilaku berhati-hati saat beraktifitas.
d) Wajah menunjukkan nyeri.

5. POLA TIDUR – ISTIRAHAT
Kebiasaan tidur 8 jam/hari

 Siang Malam
Jumlah jam  2 – 3 jam  7 – 8 jam
Klien merasa segar saat bangun dari tidur. Masalah tidak ada.
Pemeriksaan fisik
a. Keadaan umum baik
b. Mata tidak merah, tidak cekung dan tidak berair.
c. Tidak terdapat lingkaran hitam di sekitar mata.
  
6. POLA KOGNITIF – KONSEPTUAL
a. Pendengaran: Klien mampu mendengar gesekan rambut.
b. Penglihatan: Klien mampu melihat tulisan dengan jarak  30 cm.
c. Vertigo tidak ada.
d. Nyeri ketidaknyamanan: ada, pada daerah luka post operasi dengan skala 2 (sedang). Gambaran nyeri: nyeri seperti ditusuk-tusuk dan diiris- iris, menjalar sampai ke samping kanan/kiri perut.
e. Penatalaksanaan nyeri: nyeri hilang apabila klien tenang dan tidak tegang pada perut.
f. Pemeriksaan Fisik
1) Pupil isokor.
2) Reflek cahaya kiri/kanan: pupil miosis bila kena cahaya.
g. Status mental:
1) Kesadaran composmentis
2) GCS 456
3) Memori dalam batas normal (tidak ada amnesia).
4) Intelektual performance : sedang.

7. POLA PERSEPSI DIRI/KONSEP DIRI
a. Masalah utama mengenai perawatan di RS/penyakit : tidak ada.
b. Kehilangan terbesar/perubahan terbesar pada tahun terakhir: -
c. keadaan emosional : stabil 
d. Konsep diri : klien merasa bangga dengan keadaan dia sebagai seorang wanita sekaligus ibu dari anak-anaknya.

8. POLA PERAN – HUBUNGAN
Sebagai ibu rumah tangga.

9. POLA SEKSUALITAS – REPRODUKSI
Tidak dikaji.

10. POLA KOPING – TOLERANSI STRESS
a. Kemampuan adaptasi : baik
b. Cara mengambil keputusan dibantu oleh suami dan keluarga.
c. Koping terhadap stress/masalah : klien selalu bedoa terhadap kesembuhan dirinya.

11. POLA NILAI – KEPERCAYAAN
Klien tidak dapat melaksanakan sholat selama perawatan. Klien dan keluarga tidak meminta kunjungan pemuka agama.
 
ANALISA DATA
NO. DATA ETIOLOGI MASALAH
1. DS : - Klien mengatakan bahwa daerah luka post operasi terasa nyeri.
  - Klien mengatakan bahwa nyeri seperti ditusuk-tusuk.
DO : - Nyeri tekan pada abdomen terutama daerah luka post operasi.
  - Wajah menunjukkan nyeri.
  - Perilaku berhati-hati saat beraktifitas.
  - Skala nyeri 2 (sedng)
 Luka post operasi Nyeri akut
2. DS : - 
DO : - Luka post operasi pada daerah abdomen.
 Adanya luka pembedahan Resiko infeksi.

 
CATATAN KEPERAWATAN

HARI/ TANGGAL DIAGNOSA IMPLEMENTASI
Kamis, 
29 Mei 2003 I 1. Jam 09.00 Wita. Mengkaji nyeri, mencatat lokasi, karakteristik dn intensitas.
 Nyeri daerah luka post operasi seperti ditusuk-tusuk dan diris-iris, skala nyeri 2 (sedang).
2. Mendorong klien untuk menyatakan masalah, mendengarkan dengan aktif dan memberikan dukungan dengan penerimaan dan memberikan informasi yang tepat.
3. Jam 10.00 Wita. Mengajarkan penggunaan teknik distraksi dan relaksasi. Nafas dalam bila nyeri, mengubah posisi.
4. Membantu melakukan latihan gerak dan mendorong ambulasi dini.
5. Memberikan analgetik
 Tradosix 1 ampul drip.
Kamis, 
29 Mei 2003 II 1. Jam 09.00 Wita. Mengkaji adanya tanda-tanda infeksi.
 Tidak ada tanda-tanda infeksi.
2. Menggunakan teknik septik dan aseptik dalam melakukan perawatan luka.
 Mencuci tangan sebelum ganti balutan.
 Menggunakan alat-alat steril.
3. Mengganti balutan sesuai indikasi.
4. Jam 09.30 Wita. Mengobservasi warna dan keluaran.
 Tidak ada keluaran.
5. Mengobservasi keluhan mual/muntah, peningkatan nyeri, demam dan leukositosis
6. Jam 12.00 Wita. Memberikan antibiotika Taxegram 1 gram/IV.


 
CATATAN PERKEMBANGAN

HARI/ TANGGAL DIAGNOSA DATA PERKEMBANAN
Jumat,
30 Mei 2003 I S : - Klien mengatakan bahwa nyeri bekurang.
O : - Nyeri tekan daerah abdomen mulai berkurang.
  - Perilaku berhati-hati saat beraktifitas.
  - Skala nyeri 1 (Ringan)
A : Nyeri berkurang.
P : Pertahankan semua intervensi.
I : 
1. Jam 09.00 Wita. Mengkaji karakteristik dn intensitas nyeri.
2. Jam 10.00 Wita. Mendorong klien untuk menyatakan masalah, mendengarkan dengan aktif dan memberikan dukungan dengan penerimaan dan memberikan informasi yang tepat.
3. Jam 10.30 Wita. Mendorong penggunaan teknik distraksi dan relaksasi. 
4. Jam 11.30 Wita. Membantu melakukan latihan gerak dan mendorong ambulasi dini.
5. Memberikan analgetik
 Tradosix 1 ampul drip.
 II S : - 
O : - Adanya luka daerah abdomen.
A : Infeksi tidak terjadi/Masalah teratasi.
P : Pertahankan intervensi.

Sabtu,
31 Mei 2003 I S : - Klien mengatakan bahwa nyeri mulai bekurang.
O : - Nyeri tekan mulai hilang.
  - Klien mampu melakukan aktifitas kecil di tempat tidur seperti miring, duduk.
A : Masalah teratasi.
P : Pertahankan intervensi.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar