Kamis, 10 September 2009

Vertigo

ASUHAN KEPERAWATAN PADA PASIEN
DENGAN VERTIGO

I. KONSEP DASAR

A. Pengertian
Vertigo adalah suatu keadaan dimana penderita mengalami sensasi pergerakan berupa sensasi gerak bumi berputar (objektif) atau merasa diri berputar (subjektif).

B. Etiologi

  1. Vertigo disebabkan oleh karena adanya gangguan pada 
  sisrtem vestibular perifer (Telinga luar,telinga 
  tengah,telinga dalam, N.VIII, Inti Vestibularis) 
  berupa gangguan keseimbangan.
2. Penyakit susunan syaraf pusat ( Hipoksia otak, infeksi, trauma kepala,tomor,megren, epilepsi )
3. Kelainan Endokrin
4. Kelainan Psikiatri.
5. Kelainan Mata.
6. Intoksikasi.

C. Macam vertigo
1. Vertigo Kronik

Serangan vertigo ini berlangsung tidak menentu dan mempunyai dasar psikogenik. Klien mengatakan tidak dapat berdiri dengan mantap pada/ di atas kakinya, tahap lanjut klien berjalan aneh, klien biasanya mempunyai problem emosional (mental). 
Pada tes laboratorium didapat:

 Vestibuler normal
 Audiometric normal
Terapi: Rujuk penanganan ke psikiatri
 
2.Vertigo Tanggal Spontan Yang Berlangsung Lama
Vertigo ini disebabkan oleh depresi funsi vestibular, timbul mendadak dan hebat pada salah satu telinga. Tanpa memandang 


sebab dpresi, klien mengalami vertigo hebat, nausea dan disertai kehilangan keseimbangan.
Vertigo ini akan hilang secara bertahap dalam beberapa hari atau beberapa minggu ( 3 minggu) dan diikuti dengan penyembuhan keseimbangan secara bertahap.
   
2. Vertigi Spontan Berulang

Vertigo ini disebabkan adanya lesi pada system vestibular, berlangsung beberapa detik sampai 3 hari. Paling sering 30 menit sampai 2 jam.
Pada vertigo ini terjadi distensi system endolimfe. Serangan vertigo bias ringan sampai dengan berat disertai gangguan keseimbangan, nistagmus dan nausea.
Serangan vertigo ini bias bertahap atau mendadak hebat dan jika gangguan pada pusat vestibular (SSP) maka tidak disertai aura dan gangguan gastrointestinal tapi disertai nistagmus.
   
3. Vertigo Sikap

Vertigo ini dicetuskan karena adanya gerakan kepala, biasanya objektif tapi kadang juga subjektif.
Yang dapat diakibatkan vertigo sikap.
 Melihat keatas atau membungkuk
 Tegak dari posisi membungkuk
 Duduk/ berdiri dari posisi telentang
 Berdiri dari posisi duduk
 Membalikkan badan keposisi lain sewaktu telentang

Vertigo sikap disebabkan gangguan system vestibular, selalu disertai nistagmus posisi. Kelainan ytg terjadi pada labiirin vestibular, nervus vestibular atau komplek nucleus vestibuler cerebellum. Yang tersering menyebabkan vertigo sikap adalah lesi labirin vestibuler (telinga dalam).
   
4. Vertigo Akibat Tekanan Dalam Telinga

Vertigo jenis ini disebabkan karena adanya sumbatan serumen di liang telinga yang tidak dibersihkan seperti tindakan 




operasi: mastoidectomy, stapidectomi, tympanoplasty.
Selain disebabkan oleh sumbatan liang telinga, serumen juga disebabkan oleh fistula kanalis semisirkularis, pada kasus ini beresiko tinggi untuk terjadi labirintis supurativa, fistula perilimfe di membran foramen ovale dan rutundum.
   
D. Patofisiologi

Reseptor vestibuler yang terletak di labirin telinga dalam, berespon terhadap gerakan angular dan linear dari pada kepala dan terhadap gravitasi, menghasilkan refleks vestibulo okuler yang mempertahankan bayangan di retina mata tetap stabil sewaktu kepala bergerak dan refleks vestibulospinal ytg mengontrol sikap badan. Stimulasi visual mengakibatkan gangguan senasasi berupa rasa tidak seimbang dan kepala terasa ringan. Reseptor somatosensorik memberikan informasi mengenai gravitasi, posisi permukaan, luas gerak dari pada otot- otot persendian. Informasi ini memberi umpan balik bagi refleks spinal dan vestibuler spinal. Penglihatan menyuplai informasi mengenai posisi dan gerak dan input dari vestibuler memberikan informasi mengenai gerak kepala dan posisi kepala sehubungan gravitasi. Input sensorik ini kemudian diolah di otak dan kemudian menciptakan tingkat yang dibutuhkan dan mempertahankan keseimbangan dan orientasi.
   

E. Penatalaksanaan

Untuk mengatasi gangguan/ kelainan vertigo adalah dengan mengatasi penyebab penyakit yang mendasari.
 
F. Pengkajian Fokus

Data objektif
 Muntah
 Test pendengaran: tuli konduktif, neural atau campuran 
 Jalan limbung/ sepoyongan
 Mata tampak sayu
 Aktivitas menurun
 


Data subjektif
 Mual (nausea)
 Rasa pusing
 Perasaan berputar (diri berputar/ subjektif) atau benda di sekitar berputar (objektif). 








DAFTAR PUSTAKA

Carpenito, Lynda Juall. 2000. Buku Diagnosa Keperawatan. Jakarta: Penerbit Buku Kedokteran EGC
Corwin, Elizabeth J. 2000. Handbook of Pathophysiology. Lippincott-Raven Publishers. Philadelphia, U.S.A





































ASUHAN KEPERAWATAN PADA Ny. M  
DENGAN VERTIGO
DI RUANG PERAWATAN JAMRUD RSUD.H.DAMAN HURI BARABAI


I. BIODATA

  Identitas Klien
  Nama : Ny. M 
  Umur : 47 Tahun
  Jenis kelamin : Perempuan
  Pekerjaan : PNS (Dinas Pendidikan )
  Agama : Islam
  Suku/Bangsa : Banjar / Indonesia
  Alamat : Jl. Murakata No.48 Barabai Komp.DPR ).
  No RMK : 770 / 05
  Tanggal MRS : 10 Maret 2005
  Tanggal Pengkajian : 11 Maret 2005
  Diagnosa Medis : Vertigo 
  Penanggung Jawab : PT. ASKES
   
II.RIWAYAT PENYAKIT

A. Keluhan Utama/ Alasan masuk Rumah Sakit

Nyeri kepala hebat dan rasa pusing disertai muntah dan sesak napas

B. Riwayat Penyakit Sekarang

± 1 hari sebelum MRS pada siang hari sewaktu klien berada dtempat kerja tiba-tiba merasakan nyeri kepala hebat yang disertai Pusing rasa perputar di ikuti dengan muntah, mual serta sesak napas. Kemudian klien minum obat analgetik dan Obat gastritis tetapi hanya sedikit ada ada kemajuan, yakni masih terjadi Pusing rasa berputar dan muntah namun sesak napasnya sudah hilang. Kemudian oleh keluarga klien dibawa RSUD.H.Dammn Huri barabai dan di sarankan untuk menjalani opname di Rg. Jamrud RSUD.H.Daman Huri Barabai.





C. Riwayat Penyakit Dahulu

Menurut penuturan klien dan keluarga klien pernah dirawat di RSUD Ulin Banjarmasin karena Penyakit jantung kroner dan hyperklestrol dan klien menjalani pengobatan rutin dan kontrol secara teratur ke Poliklinik RSUD Ulin Banjarmasin. Hingga sampai saat ini tidak ada lagi keluhan tentang penyakit tersebut Klien tidak ada riwayat hypertensi, DM asma, maupun batuk-batuk yang lama.

D. Riwayat Penyakit Keluarga

Dalam keluarga klien tidak pernah menderita penyakit seperti klien (Vertigo), tetapi ada keluarga riwayat menderita hypertensi yaitu orang tua (ayah & ibu) klien. Keluarga klien tidak ada riwayat DM, asma maupun batuk-batuk yang lama.
   
III.PENGKAJIAN FISIK

  Tanggal 11 Maret 2005  
1. Keadaan umum

Kesadaran compos mentis. GCS : 4-5-6.
TD : 130/70 mmHg.
Nadi : 84 x/menit
Suhu : 36,2 0C  
Respirasi : 20 x/menit
TB / BB : 160 cm / 62 Kg

2. Kepala dan Leher

Bentuk kepala simetris, kulit kepala cukup bersih, warna rambut hitam beruban, distribusi merata, tidak ada lesi maupun peradangan. Terdapat jaringan parut (bekas operasi) pada daerah temporal dekstra . Bentuk leher simetris, tidak terdapat pembesaran vena jugularis, kelenjar limfe atau thyroid, pergerakan leher cukup baik, klien mengeluh nyeri kepala sebelah kanan (skala nyeri 2), nyeri dirasakan seperti ditindih / tumpul dan mendalam serta terus menerus dan klien tampak meringis apabila serangan nyerinya tiba; otot wajah 



tidak simetris  pada waktu senyum otot wajah kanan lebih terangkat dari pada otot wajah kiri (gangguan N. VII).

3. Mata

Keadaan mata bersih, konjungtiva tidak anemis, pupil isokor kiri dan kanan dengan diameter 3 mm, pupil miosis bila melihat cahaya, sklera tidak ikterik, pergerakan bola mata dapat bergerak bebas, tidak terdapat nyeri. Visus OD : 1/~; VOS : 6/60 (gangguan N.II dekstra). 

4. Penciuman dan Hidung

Bentuk simetris, tidak terdapat epitaksis, tidak ada lesi, tidak terdapat polip, tidak terdapat sekret yang keluar, tidak ada nyeri maupun peradangan. Fungsi penciuman klien baik, terbukti klien dapat membedakan bau alkohol dan bau balsem.

5. Pendengaran dan Telinga

Bentuk telinga luar simetris, tidak ada cairan yang keluar dari liang telinga, tidak terdapat perdarahan, peradangan ataupun lesi, klien mampu berkomunikasi dan mengikuti pembicaraan perawat.

6. Mulut

Hygiene cukup baik. Mukosa mulut tidak kering, lidah cukup bersih, bibir klien tidak kering, tidak terdapat caries. Klien dapat bicara dengan jelas.

7. Dada
Bentuk simetris, kebersihan cukup, dada berkembang sama antara kiri dan kanan , frekuensi 20 x/menit. Pada palpasi : fremitus focal simetris, perkusi : bunyi sonor, tidak terdapat wheeze maupun ronchi dan bunyi nafas bronchovesikuler.







8. Abdomen

Keadaan abdomen secara umum bersih, tidak ada ditemukan pembesaran hati , limfa ,vena abdomen , tidak ada nyeri tekan , bising usus (+).

9. Ekstremitas

Secara keseluruhan hygiene cukup bersih, tidak terdapat kelemahan pada tangan dan tungkai., pergerakan terbatas; karena masih terpasang infus, tonus otot pada ekstremitas kiri dan kanan baik.

SKALA KEKUATAN OTOT :
Dekstra Sinistra 



5 5


5 5



10.Kulit 

Secara umum keadaan kulit bersih, turgor kulit baik terbukti cepat kembali dalam waktu < 2 detik , tidak ada ikterus atau sianosis , tidak terdapat lesi dan tekstur kulit halus.


IV.KEBUTUHAN BIOLOGIS, PSIKOLOGIS ,SOSIAL DAN SPIRITUAL.

1. Nutrisi
Di rumah : 
Makan 3 x sehari , dengan jenis nasi putih, sayur dan lauk pauk, klien mempunyai riwayat alergi dengan ayam dan telor. Klien minum 8 - 10 gelas sehari dengan jenis air putih dan teh.


  
Di rumah sakit : 

Makan 3 x sehari dengan diet Nasi Biasa , makanan yang disediakan dapat dihabiskan semuanya. Minum 6 - 9 gelas / hari dengan jenis air putih dan teh, tidak ada masalah dalam makan.

2. Eliminasi

 Faeces / BAB. 
Kebiasaan BAB klien sebelum sakit maupun saat sakit 1 kali sehari. Konsistensi padat dengan warna kuning. Tidak ada masalah dalam defekasi.
Pemeriksaan Fisik : 
Abdomen : Struktur simetris, bising usus (+) dengan frekuensi 11 x/menit, tidak terdapat nyeri tekan.
 Urine / BAK.
Sebelum Sakit : 
Klien biasa BAK 2-4 kali/hari dengan warna kuning jernih.
Saat Sakit :
Klien BAK 2-4 kali/hari dengan warna kuning muda dan klien tidak menggunakan alat bantu untuk BAK.
Pemeriksaan Fisik :  
Ginjal tidak teraba dari luar, tidak ada distensi blast.

3. Istirahat dan Tidur

Sebelum Sakit :
Klien biasa tidur malam ± 6-7 jam sehari. Dan klien tidur siang ± 1-2 jam sehari. 

Saat Sakit :
Selama dirawat klien tidur malam ± 5-6 jam dan tidur siang ± 1-2 jam. Klien merasa segar setelah bangun dari tidur, tidak terdapat lingkaran hitam disekitar mata.

4. Personal Hygiene
Sebelum sakit
Klien biasa mandi 2x sehari dan ganti pakaian 2 kali sehari. Menggosok gigi 3 x sehari.



Saat sakit

Dalam perawatan dirinya klien dapat melakukan sendiri tapi dengan bantuan dari keluarganya karena pergerakan (sebelah tangan kirinya terpasang infus ), ia mandi 2 x sehari, gosok gigi 2 x sehari (sehabis makan) dan ganti pakaian 2 x sehari.

5. Psiko- Sosial

Klien dapat menyesuaikan diri dengan perawat. Komunikasi lancar, klien mau bekerjasama dengan perawat dalam pelaksanaan perawatan selama di rumah sakit. Hubungan sosial klien baik, terbukti dengan banyaknya keluarga klien yang mengunjungi dan mendampingi klien selama klien dirawat di RS.

6. Spiritual.

Klien seseorang yang beragama Islam. Klien biasa sholat 5 waktu. Selama dirawat klien tidak bisa melaksanakan sholat dan klien hanya bisa berdo’a dan berdzikir kepada Allah SWT demi kesembuhan penyakitnya saat ini.

IV. DATA FOKUS 
  Inspeksi : Klien segar dapat  
  Perkusi : Tidak ada Perkusi abdomen timpani 
  Palpasi : Tidak ada nyeri tekan pada setiap  
  kuadran 
  Auskultasi : Tidak Terdapat bising usus yang 
  meningkat.

V. TERAPI DAN LABORATORIUM.  

Therapi :  
o IVF D5 / RL 20 tts/menit.
o Mertigo 3 x 1 Tablet
o Ulsikur 3 x 1 ampul.
o Roklunit 3 x 1 ampul.
o Bravoedin 3 x 100 mg.





Laboratorium (Tanggal 10 Maret 2005 ) :
o Hb : 12,4 Gram % (N : 13,5 – 17,5 Gr %).
o Eritrosit : 4,13 juta/mm3 (N: 4,5-6,0 Juta/mm3).
o Leukosit : 5.100/mm3. (N : 4.000 – 11.000 /mm3).
o LED : 6 mm/Jam I; 15 mm/Jam II. (N : < 15 mm/Jam).
o Waktu Perdarahan : 2,00 (N : 1 - 3’).
o Waktu Pembekuan : 5,00 (N : 4 - 9’).
o Hematokrit : 36 % (N: 40-50).
o Trombosit : 187.000/mm3 (N: 150-350 ribu).
o Asam urat : 10,2 mg/dl (N: 2,6-7,2).
o SGPT : 35 U/L (N: 8-41).
o SGOT : 26,6 U/L (N: 8-38).
o Cretainin: 1,4 mg/dl (N: 0,6-1,3).
o Triglyserida : 350,92 mg/dl (N : 150).
o Urea : 13,54 mg/dl (N: 20-50).
o Gula darah puasa: 84,39 mg/dl (N: 70-110).



























VI. ANALISA DATA.
NO HARI / TGL DATA SUBJEKTIF & OBJEKTIF ETIOLOGI 
MASALAH


1. 
Jum,at
11-3-2005. 
DS: Klien menyatakan mau pulang hari ini , karena pusing dan mualnya sudah hilang

DO: Klien nampak segar 
 =TTV :
 TD :130/70 mmHg.
 Nadi :84 x/menit
 Suhu : 36,2 0C
 Respirasi :20 x/menit
 TB /BB :160 cm / 62 Kg 
Klien merasa dirinya sudah terbebas dari penyakitnya
 ( Vertigo ) 
Tidak ada masalah dan klein bisa dipulangkan .

2. 
Jum,at
11-3-2005. 
DS:Klien mengatakan 
  tidak Tahu tentang 
  penyebab, tanda dan
  gejala serta  
  penceghanpenyakitnya.
- Klien mengatakan baru
  pertama kali 
  mengalami penyakit 
  seperti dideritanya 
  sekarang.
DO: Klien tampak bisa  
  merawat dirinya 
  sendiri., Kelihatan
  bersih.
- Klien bingung bila 
  ditanyakan tentang 
  penyakit dan 
  penyebabnya. 
Klien belum pernah sebelumnya mengalami(Vertigo ) 
Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) tentang 
Penyakit Vertigo.
 
INTERVENSI KEPERAWATAN

NO HARI & TANGGAL DIAGNOSA KEPERAWATAN
 PERENCANAAN IMPLEMENTASI EVALUASI
  TUJUAN TINDAKAN RASIONALISASI  

1.


 
Jum,at
11-3-2005 
Cemas sehubungan dengan Kurangnya pengetahuan (kebutuhan belajar) tentang Penyakit Vertigo


 
Jangka pendek : 

Klein dapat mendis kusikan tentang penya kitnya.

Jangka Panjang : 

 Klein mengerti 
 dan dapat menghin
 darifaktor-faktor 
 pencetus Vertigo 
- Berikan pendidikan 
  kesehatan 
  1. Kaji tingkat
  pengetahuan pasien 
  tentang penyakit vertigo
 2. Jelaskan pada pasien tentang 
  prinsif dan cara perawatan 
  bila terjadi serangan 
  vertigo dirumah
  3. Berikan pengetahuan  
  tentang deteksi dini/
  mengenali tanda- tanda dan
  pencetus serangan Vertigo, 

 
Menjelaskan/memperkenalkan penyakit pertigo. 
- Penyuluhan 
  kesehatan 
  pada umumnya
  dan mengenai
  penyakit Vertigo 
  pada khususnya.
 
- Klein sangat antusias mendengarkan penjelasan tentang pengakitnya

- Klein dapat menjawab pertanyaan atau mengulang hal-hal penting mengenai penjelasan mengenai penyakit yang dirasakannya

 

SATUAN ACARA PENYULUHAN
V E R T I G O



1. Nama kegiatan : Penyuluhan kesehatan
2. Judul/topik : Penyakit Vertigo
3. Hari/tanggal : Jumat / 11 Maret 2005
4. Tempat : Ruang Jambrud  
  RSUD.H.Daman Huri Barabai 
5. Alokasi waktu : 15 menit
6. Tujuan : 
a. Tujuan umum :
  Klien dan keluarga dapat mengetahui
  tentang Penyakit Vertigo
b. Tujun khusus : 
  Klien dan keluarga dapat mengetahui
  tentang pengertian Vertigo
 Klien dan keluarga dapat mengetahui Penyebab Vertigo
 Klien dan keluarga dapat mengetahui tentang tanda
  dan gejala Vertigo
 Klien dan keluarga dapat mengetahui tentang
  penatalaksanaan Vertigo rumah
 Klien dan keluarga dapat mengetahui tentang 
  pencegahan Vertigo di rumah

7. Sasaran : Klien dan keluarga

8. Deskripsi singkat :  

  Vertigo adalah suatu keadaan dimana penderita mengalami sensasi pergerakan berupa sensasi gerak bumi berputar (objektif) atau merasa diri berputar (subjektif).Yang disebabkan oleh banyak faktor kelainan, dan vertigo dibagi menjadi beberapa macama yaitu :
 Vertigo Kronik : berlangsung tidak menentu dan mempunyai dasar psikogenik
 Vertiga spontan dan berlangsung lama : yang disebabkan oleh depresi fungsi vestibular.





 Vertigo spontan ber ulang : disebabkan oleh adanya lesi pada system bestibular.
 Bertigo Sikap : dicetuskan oleh adanya gerakan kepala.
 Vertigo Aibat tekanan dalam telinga : disebabkan oleh adanya sumbatan serumen didalam liang telinga.

7. Metode : Ceramah dan Tanya jawab

8. Kegiatan :
   
NO KEGIATAN WAKTU PENYAJI AUDIENCE
1 Pembukaan
- mengucapkan salam 
- memperkenalkan diri 
- penjelasan topik 3 menit 
Mengucapkan salam
- memperkenal kan 
  diri
- memberikan
  penjelasan topik 
-membalas salam
-memperhatikan dan mendengarkan
-memperhatikan dan mendengarkan
2 Penjelasan materi 
- pengertian Vertigo
- penyebab dan pencetus terjadi Vertigo 
- tanda dan gejala Vertigo
- penatalaksanaan Vertigo di rumah
- pencegahan Vertigo di rumah 10 menit 
Menjelaskan materi 
Memperhatikan dan mendengarkan
3 Penutup
- diskusi

- evaluasi

  - kesimpulan

 2 menit 
- memberikan jawaban
- memberikan pertanyaan
- memberikan kesimpulan 
- memberikan
  pertanyaan
- memberikan 
  jawaban
- memperhatikan
  dan  
  mendengarkan

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar